Ini Lima Kiat Memilih Makanan Diskon

LABEL diskon besar yang ada di setiap sudut restoran, toko roti tentu sangat menyilaukan mata. Anda yang tidak punya rencana belanja, menjadi tertarik mengambil satu item makanan diskon. Lumayan, tidak perlu merogoh kocek terlalu dalam untuk setangkup roti atau secangkir kopi yang sangat nikmat.

Dalam satu bulan, mungkin ada lebih dari satu toko yang menjajakan makanan atau minuman dengan harga miring. Memanfaatkan promosi dari toko-toko tersebut sah-sah saja. Namun, apakah makanan yang Anda beli dengan harga diskon tersebut merupakan makanan sehat dan aman?

Bagaimana bila jajanan itu hanya akan menambah berat badan Anda? Sebelum salah membeli, Anda perlu menyimak kiat memilih makanan diskon yang sehat berikut ini:

1. Memahami keterangan “Use-By”, “Sell-By”, dan “Best-By”.

Hati-hati saat membeli makanan kemasan dengan harga murah di pusat perbelanjaan, terutama daging, yoghurt, susu, saus, dan lainnya. Anda perlu memperhatikan tanggal kedaluwarsa dari makanan tersebut. Selain itu, Anda perlu memahami keterangan lain seperti “Use-By”, “Sell-By,” dan “Best-By”.

Menurut Bob Brackett, Ph.D., direktur di Institute for Food Safety and Health, Illinois Institute of Technology, Amerika Serikat, seperti ditulis Women’s Health, “Use-By” adalah tanggal saat kualitas produk mulai menurun dengan cepat, sehingga perlu memperhatikan keamanannya.

Sementara itu, Sell-By adalah tanggal untuk memberi tahu pedagang tentang sampai kapan mereka dapat memajang makanan atau minuman kemasan di rak toko. Sedangkan, Best-By adalah tanggal ketika kualitas makanan menurun. Meski begitu, makanan itu masih aman dikonsumsi.

2. Lebih teliti sebelum membeli roti.

Bila menemukan roti irisan panggang dengan harga diskon, roti tersebut mungkin telah diproduksi beberapa waktu lalu atau hampir mendekati tanggal kedaluwarsa. Jadi sebelum membelinya, Anda perlu mempertimbangkan atau menanyakan terlebih dahulu tentang kualitas roti tersebut kepada pihak penjual.

3. Jika tidak memakannya, jangan pernah membeli.

Anda mungkin sedang menerapkan pola makanan sehat saat ada diskon besar-besaran di sebuah restoran cepat saji. Meski harga dari sebuah makanan atau minuman sedang sangat murah, Anda tidak perlu membelinya.

Mengonsumsi makanan cepat saji bisa meningkatkan berat badan Anda. Anda bisa mengalokasikan pengeluaran untuk membeli buah atau sayur.

4. Jangan belanja saat Anda lapar.

Manusia lebih cenderung membeli sesuatu saat lapar. Demikian menurut sebuah laporan di jurnal Prosiding National Academy of Sciences. Para periset menemukan bahwa fenomena ini tidak hanya berlaku untuk belanja bahan makanan atau pemesanan di restoran, tapi juga untuk belanja jenis apa saja.

“Kelaparan memotivasi orang untuk mengonsumsi makanan,” para peneliti menulis di jurnal tersebut. Orang yang kelaparan juga lebih cenderung mendapatkan benda-benda yang tidak bisa memuaskan rasa lapar mereka.

Jadi, bisa dikatakan kecenderungan belanja makanan atau minuman diskon juga bisa terjadi. Karena itu, sebuah penelitian lain dari Cornell University, Amerika Serikat, menyarankan untuk makan buah sebelum pergi ke sebuah kedai makanan cepat saji. Ini bisa menyelamatkan Anda dari keinginan membeli makanan tinggi kalori.

5. Waspada terhadap kondisi makanan diskon.

Meski sedang diskon, Anda jangan membeli daging atau unggas dalam kemasan yang sudah bocor. Di samping itu, jangan membeli makanan kaleng jika kaleng tersebut penyok, bocor, menggembung atau berkarat. Hindari pula membeli makanan laut beku jika kemasannya terbuka, sobek, atau hancur.

Ingat, jangan sampai karena murah semata, Anda tanpa sadar telah mengonsumsi makanan yang tidak sehat, atau bahkan telah kedaluwarsa.(RVS/klikdokter)