Ini Manfaat yang Dirasakan Para Pekerja dengan Program JKN-KIS

SERANG – Menyadari dan merasakan secara langsung manfaat dari program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) Kartu Indonesia Sehat (KIS) BPJS Kesehatan, membuat masyarakat baik penerima manfaat maupun mitra berharap program tersebut senantiasa selalu menemani seluruh masyarakat.

Nurhayati (43) warga Singa Merta, Kecamatan Ciruas, Kabupaten Serang ini salah satunya. Ibu dari Kayla Zahra Aprilia (8) dan Muhamad Jibril Abdillah (5) ini mengaku telah merasakan besarnya manfaat menjadi peserta JKN-KIS.

Ditemui di Klinik Multazam, Ciruas, Nurhayati mengaku telah menjadi peserta JKN-KIS sejak tahun 2014 sebagai pekerja penerima upah dari PT Cablex Sentosa, perusahaan yang bergerak di bidang kabel.

Sejak saat itu hingga sekarang Nurhayati mengaku belum pernah menemukan kesulitan apapun saat membutuhkan pelayanan kesehatan baik di klinik maupun di Rumah Sakit.
“Sangat memudahkan. Masalah biaya juga kan nol. Setiap gajian hanya dipotong sebesar satu persen untuk satu keluarga. Selama ini yah lancar-lancar saja tidak ada kendala,” kata Nurhayati.

Pengalaman Nurhayati dalam membutuhkan pelayanan kesehatan bukan hanya di klinik Multazam, namun juga di sejumlah fasilitas kesehatan lain seperti Rumah Sakit Hermina Ciruas, Rumah Sakit Sari Asih Serang, dan Rumah Sakit Umum Dr Drajat Prawiranegara.
“Itu saat melahirkan, karena dua kali sesar,” tuturnya.

Selama bulak balik ke rumah sakit itu, Nurhayati mengaku tidak dimintai biaya apapun oleh rumah sakit. Semua biaya pengobatan ditanggung oleh program JKN-KIS.
Menurutnya, peserta JKN-KIS tidak akan menemukan kendala jika seluruh persyaratan telah terpenuhi dan sesuai prosedur.

Atas dasar pengalaman-pengalaman itu lah Nurhayati berharap agar program JKN-KIS BPJS Kesehatan ini tetap ada. “Hayu ikut BPJS karena meringankan kita. Banyak kok yang ngomong gitu juga, yang mandiri, gak kepake-pake, tapi nolong orang,” katanya.

Peserta JKN-KIS lainnya, Rawiyan (31) pun mempunyai pengalaman yang sama dengan Nurhayati. Warga Kampung Nambo, Desa Keserangan, Kecamatan Ciruas, Kabupaten Serang ini mengaku tidak pernah menemukan kendala saat berobat menggunakan kartu JKN-KIS. “Dari 2014 tidak pernah terkendala apapun selama pelayanan,” katanya.

Pegawai pabrik penggilingan plastik bagian operator mesin ini mengaku terasa terbantu dengan adanya program tersebut karena dianggap meringankan biaya pengobatan.
Rawiyan mencontohkan kejadian yang baru saja dialaminya. Ibu jari bagian kanannya terkena mesin penghancur plastik sehingga alami luka sobek. Dengan JKN-KIS Rawiyan mengaku tidak pusing berobat. “Sering saya bolak balik berobat ke sini,” katanya.

Karena itu lah, Rawiyan pun berharap program JKN-KIS tetap ada. “Berharap tetep ada. Kalau gak ada yah paling pusing,” katanya sambil tersenyum.

Sementara itu, salah satu bidan di Klinik Multazam, Ardila (27) mengatakan, bukti jika program JKN-KIS sangat dibutuhkan masyarakat yaitu dari banyaknya jumlah masyarakat yang berobat setiap harinya.

Setidaknya 120 orang setiap hari datang ke klinik tempatnya bekerja sejak 2016 lalu untuk berobat. Sedangkan yang tidak menggunakan JKN-KIS hanya sekitar 10 orang setiap harinya. “Semua jenis peserta JKN-KIS ada, Mandiri, pekerja penerima upah, dan penerima bantuan iuran (PBI),” kata Dila.

Menurut Dila, jika program JKN-KIS tidak ada, masyarakat sakit banyak namun tidak berani berobat ke klinik karena takut biaya pengobatan. Sedangkan dengan jadi peserta JKN-KIS masyarakat tinggal datang.

Di klinik tersebut, menurut Dila, selain menerima pengobatan, juga menjalankan program Prolanis. Sudah ada 19 peserta yang aktif mengikuti program tersebut. “Kegiatannya senam dan yoga seminggu sekali setiap hari Minggu,” katanya.

Menurut Dila program ini sangat penting khususnya bagi yang mempunyai riwayat penyakit darah tinggi, kolestrol. Dengan ikut program ini penyakitnya bisa terdeteksi. “Kesehatan bisa lebih terjaga,” ujar perempuan lulusan Akbid Binahusada tahun 2013 tersebut. (ADVERTORIAL/BPJS KESEHATAN)