MERAK – Banyak modus yang dilakukan pelaku kejahatan untuk mengelabui petugas. Salah satunya yang dilakukan penyelundup daging celeng ilegal yang berhasil diringkus Kepolisian Sektor Kawasan Pelabuhan (KSKP) Merak di dermaga satu Pelabuhan Merak, Kota Cilegon, Jumat (6/2/2015).

Kepala KSKP Merak AKP Nana Supriatna mengungkapkan, modus yang dilakukan pelaku, nyaris mengecoh pihaknya saat akan melakukan penggeledahan. Pasalnya, kepada petugas, sopir truk bernopol AD 1924 AV yang bermuatan daging celeng ilegal itu mengaku membawa serbuk kayu, bukan daging celeng seperti yang disangkakan. Tak ingin percaya begitu saja, petugas akhirnya memeriksa dan mendapati tumpukan daging celeng
ilegal seberat 4,15 ton yang ditaruh dibawah tumpukan karung berisi serbuk kayu.

“Ini tergolong modus baru. Penyelundup mendesain muatan truk dengan begitu rapi. Daging celeng ditutupi dengan timbunan karung serbuk kayu, dan dialasi dengan terpal agar tidak terjadi tetesan batu es pendingin yang dapat mengundang kecurigaan, malah keterangan surat jalannya juga membawa serbuk kayu,” ungkap Nana.

Dalam penggeledahan, petugas mendapati bagian bagian tubuh celeng ilegal yang sudah dikemas dan rencananya akan dibawa ke Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah. “Sudah dikemas semua. Dagingnya, kulitnya sampai jeroan sudah terbungkus rapi dan tidak menimbulkan bau, karena masih segar,” katanya.

Agus Sudaryanto, kernet truk itu mengaku tidak mengetahui proses pengemasan dan desain truk itu. Menurutnya, hal itu dilakukan oleh pengusaha ekspedisi. “Yang mendesain ini Darminto, orang ekspedisi di Indralaya, Palembang. Saya cuma diajak Bambang (sopir truk-red), saya dapat upah berapa juga belum tahu,” katanya.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya itu, sopir dan truk akan dijerat dengan pasal 31 Undang Undang nomor 16 tahun 1992 tentang Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan. Dengan ancaman hukuman tiga tahun kurungan penjara dan denda paling banyak Rp150 juta. (Devi Krisna)