Para pengurus Dewan Kesenian Banten.

SERANG – Dewan Kesenian Banten mendorong lima kebijakan yang akan diusung selama tiga tahun ke depan. Kebijakan ini disebut dengan ‘Panca Cita Dewan Kesenian Banten’. Hal ini diungkapkan Ketua DKB Chavchay Syaifullah dalam rapat pleno pengukuhan dan pembahasan anggaran dasar dan anggaran rumah tangga DKB.

Lima kebijakan DKB yang diusung periode 2015-2018, menurut Chavchay, antara lain Taman Budaya Banten, Gedung Kesenian Banten, Anugerah Kesenian Banten, Perda Pelestarian Kebudayaan Daerah Banten, dan Institut Kesenian Banten. “Panca Cita itu harus segera dimulai, dikawal, didorong terus untuk mengejar ketertinggalan Banten dalam pembangunan kesenian dan pelestarian kebudayaannya,” ujar Chavchay saat memberikan arahan di Aula Balai Budaya, Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten, Kota Serang, Minggu (15/11/2015)

Khusus untuk pembentukan Institute Kesenian Banten, Chavchay menyoroti hal ini dari perbandingan dua provinsi lain yang sudah memiliki wadah keilmuan untuk memajukan bidang kesenian. “Dua tetangga Banten, yakni Jakarta dan Jawa Barat sudah punya perguruan tinggi khusus di bidang kesenian, jadi Banten harus punya. DKB akan segera membuka komunikasi dengan pihak-pihak terkait, gubernur, kalangan kampus, pengusaha, dan tokoh masyarakat,” paparnya.

Meski demikian, Chavchay mengakui upaya pendirian Institute Kesenian Banten merupakan kerja yang tidak mudah. “Masih mulai dari nol. Langkah awal sosialisasi dulu dan membuat tim khusus perintisan yang terdiri dari berbagai kalangan. Tim Khusus Perintisan IKB akan diberikan SK dari Ketua DKB,” ujarnya.

Meski demikian, Chavchay tidak ingin masa kepengurusannya dianggap terlalu jumawa membuat kebijakan. Kebijakan Panca Cita yang diusung DKB menurutnya harus tetap membumi dan memprimbangkan potensi yang ada. “Panca Cita itu kebijakan DKB ya, bukan program kegiatan. Ini akan kita kawal. Kita punya Litbang (Penelitian dan Pengembangan) untuk meninjau dasar hukum pendirian (institut) nya,” kata dia.

Mengenai Peraturan Daerah, lanjut dia, Dewan Kesenian Banten akan mengawal pembahasan Raperda Rencana Induk Pelestarian Kebudayaan Daerah (RIPKD) hingga jadi draf Perda. “Ini akan kita ajukan ke DPRD untuk jadi Perda. Naskah akademiknya sudah ada,” ujarnya. (Wahyudin)

(Wahyudin)