Ini Pengakuan Sopir Truk Penyebab Terjadinya Kecelakaan Beruntun di JLS

0
1.303 views

CILEGON – Kedua sopir truk muatan besi yang menjadi pemicu kecelakaan beruntun di Lingkungan Lebak Kelapa, Jalan Lingkar Selatan (JLS) Kota Cilegon telah mendekam diruang tahanan sementara, Rabu (2/8). Sebelumnya mereka sempat dinyatakan melarikan diri oleh warga sekitar saat kecelakaan yang melibatkan 2 unit truk, satu mobil pribadi, dan tiga unit motor itu terjadi.

Diketahui sopir truk berplat nomor B 9712 ML yang terbalik dengan posisi melintang di JLS itu bernama Udin (35) dan Muhaimin (22) sopir truk bernopol F 9272 AA yang terjun bebas kedasar jurang dengan ketinggian sekira 20 meter.

Kasatlantas Polres Cilegon, AKP Fikri Ardiansyah membenarkan kedua sopir tersebut kini telah diamankan di Mapolres Cilegon. Namun demikian Fikry enggan berkomentar lebih jauh. “Masih dalam penyelidikan,” katanya.

Sementara itu, Udin mengaku kecelakaan beruntun itu disebabkan oleh rem blong yang dialami oleh truk bernomor polisi F 9272 AA yang ada didepannya. Bukan karena kendaraan tidak kuat menanjak.

“Kalau mobil semuanya kuat menanjak, dan tali yang ada disana bukan untuk menarik mobil tapi tali dari besi-besi yang diangkut kita. Yang sebenarnya rem mobil didepan saya blong, kemudian saya menghindar dengan membanting stir,” ucapnya.

Udin mengaku tidak mengetahui mengetahui secara pasti jumlah berat muatan yang dibawanya apakah sudah over tonase. Sebab saat diangkut, besi-besi itu tidak ditimbang terlebih dahulu oleh pihak perusahaan.”Ini mah namanya musibah saja, lagi pula siapa juga yang mau terjadi seperti ini. Kalau saya sudah tau mau terjadi musibah disana gak mungkin juga saya bakal lewat sana. Kalau berat muatan saya tidak tau karena tidak ditimbang lagi,” tuturnya.

Ditempat yang sama, Muhaimi membenarkan jika truk yang dikemudikannya mengalami rem blong, bukan karena tidak kuat menarik truk yang ada dibelakang mobilnya. Dirinya juga merasa beruntung meski terjun di ketinggian 30 meter dirinya tidak mengalami luka apapun.”Iya remnya blong, dan langsung mundur,” ujarnya.

Menurut Muhaimi, pasca kecelakaan yang terjadi di JLS itu, dirinya dan Udin tidak melarikan diri seperti yang diberitakannya. Dilokasi kejadian, dirinya dan Udin hanya bisa berdiam diri dan berpura-pura menjadi warga yang sedang melihat kecelakaan itu.”Kita nggak kabur, cuma kalau ada orang yang nanya saya bilang gak tau,” katanya. (Riko Budi Santoso/rikosabita@gmail.com)