Fasilitas baru di Gunung Pinang. Foto: Dok Perhutani KPH Banten.

SERANG – Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Banten, selaku pengelola kawasan wisata hutan Gunung Pindang di Kecamatan Kramatwatu, Kabupaten Serang, menanggapi positif soal keluhan tarif dari salah seorang pengunjung.

“Berarti ada respons dari pengunjung. Hal itu merupakan masukan bagi kami selaku pengelola untuk melakukan perbaikan dan melakukan inovasi agar Gunung Pindang menjadi objek wisata alam yang menarik,” Kata Dedi Suhendi, Kepala Urusan Komunikasi Perusahaan dan Koordinator Wisata Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Banten, di ruang kerjanya, Selasa (18/4), menanggapi keluhan pengunjung.

Diberitakan kemarin, Sammy, seorang fotografer, mengeluhkan tarif foto pre wedding di Gunung Pinang Rp200.000.  “Subhanallah untuk pre wedding tarifnya Rp 200 ribu, di situ tulisan paket tapi pas ditanya fasilitas apa yang didapat malah jawabanya cuma lahan aja sepuasnya. Tidak ada tempat ganti baju, tidak dapat konsumsi, panas kepanasan. Kita tanya alasannya, jawabnya ini sudah kebijakan pengelola,” ujar Sammy.

BACA : Dinilai Terlalu Mahal, Tarif Kunjungan Gunung Pinang Dikeluhkan

Menanggapi hal itu, Dedi menjelaskan, tarif kunjungan ke Gunung Pinang berdasarkan Surat Keputusan Administratur Perum Perhutani KPH Banten Nomor  29/KPTS/BTN/III/2017. Tarif kunjungan perorangan Rp10 ribu, air soft gun Rp 10 ribu, roda dua Rp 5 ribu per unit, roda empat Rp 8 ribu per unit, sepeda gunung Rp 20ribu per unit, dan pre weeding Rp 200 ribu per paket.

“Tarif itu berlaku di semua objek wisata yang dikelola oleh Perum Perhutani KPH Banten, seperti di Taman Wisata Alam Carita, Kabupaten Pandeglang,” kata Dedi didampingi Jamin Soemadinata,  Urusan Komunikasi Perusahaan Perum Perhutani KPH Banten.

Menentukan tarif kunjungan, lanjut Dedi, melalui berbagai pertimbangan. Misalnya tarif pre weeding hingga Rp 200 ribu per paket, menurut Dedi, karena pihak yang  melakukan jasa foto pre wedding rata-rata sudah masuk kategori usaha. Sementara tarif kujungan perorangan cukup terjangkau.

Jamin menambahkan, di Wisata Alam Carita yang dikelola Perhutani juga pernah ada yang foto pre wedding. Tarifinya sama dengan yang di Gunung Pinang.

“Di sejumlah wisata alam yang dikelola pihak lain juga ada yang memberlakukan tarif untuk foto pre wedding. Namun Perum Perhutani juga tidak semata-mata mencari keuntungan. Dana dari pengujung juga digunakan untuk merawat kawasan hutan yang sekaligus berfungsi sebagai kawasan wisata alam,” ungkap Jamin.

Perhutani selain memiliki tugas menjaga hutan, lanjut Jamin, juga mengelola objek wisata di kawasan lahannya. Kawasan wisata Gunung Pinang akan terus dibenahi, misalnya menabah selfie deck, tempat duduk, membuat fasilitas pangademan, dan menambah fasilitas baru seperti hammock. “Kami berupaya membuat Gunung Pinang sebagai kawasan wisata alam yang menarik,” ungkapnya.

Gunung Pinang di Kecamatan Kramatwatu, Kabupaten Serang, merupakan sebuah bukit yang tingginya 300 mdpl dengan luas 222 hektare. Di situ terlihat hamparan luas laut, Kota Serang, Kota Cilegon, dan Pulau Panjang. Setiap hari Minggu atau hari libur, banyak warga yang berkunjung untuk menikmati keindahan alam dari Gunung Pinang. (Aas Arbi/aasbogakahayang@gmail.com)