Ini Pesan Menteri Agama Saat Meninjau UN di MTsN 1 Kota Serang

SERANG – Menteri Agama RI Lukman Saifuddin yang meninjau pelaksanaan ujian nasional di MTsN 1 Kota Serang, Rabu (3/5), disambut penuh keceriaan oleh para siswa dan guru.

Pada kesempatan itu, Menag berpesan kepada guru MTsN 1 Kota Serang agar terus menjaga kualitas pendidikan.

“Hati-hatilah menyikapi perkembangan akhir-akhir ini, karena banyak lembaga pendidikan yang semakin berkembang, namun kualitasnya berkurang. Jangan sampai berkembang dengan semakin banyak muridnya, namun kontrolnya dan perhatiannya berkurang. Kita fokus saja agar kualitas tetap dipertahankan,” katanya.

Menag juga berpesan agar MTsN 1 Kota Serang dapat memberdayakan alumni untuk memperkuat jaringan.

“Jaringan alumni itu harus dibangun sedemikian rupa. Setidaknya agar tercipta silaturahmi antar-guru dan siswa untuk menunjang pendidikan di sekolah,” ujarnya.

Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin di MTsN 1 Kota Serang.

Ia menambahkan, selain pesan-pesannya tersebut, cara penyampaian materi juga lebih penting dari pada materi yang disajikan. Keberadaan seorang guru itu jauh lebih penting dibanding dengan adanya metodologi.

“Setiap mengajar, mendidik satu orang adalah kebajikan yang tiada berbilang yang manfaatnya selalu berulang. Saya ingin tegaskan, MTs adalah orang-orang pilihan karena banyak yang tidak bisa tertampung. Maka syukuri dengan cara jaga nama baik dengan menjadi lulusan yang terbaik. Kita harus lebih baik dari lulusan terdahulu,” ungkapnya

Menag hari ini melakukan kunjungan kerja ke Provinsi Banten. Menag bersama rombongan dari Kemenag RI meninjau pelaksanaan ujian nasional (UN) di MTsN 1 Kota Serang dan di MTs Nurul Falah, Kecamatan Petir, Kabupaten Serang. Kepala Kanwil Kemenag Banten A Bazary Syam bersama sejumlah pejabat Kemenag di Banten akan mendamping Menag.

Setelah meninjau UN, melakukan sosialisasi dan pembinaan kepada pegawai di lingkungan Kanwil Kemenag di Banten.

Pada sosialisasi empat konsensus dasar kehidupan berbangsa dan bernegara ini dihadiri 350 pegawai perwakilan dari Kanwil, Kantor Kemenag kabupaten dan kota, kepala madrasah aliyah, kepala madrasah tsanawiyah, kepala madrasah ibtidaiyah, kepala Kantor Urusan Agama (KUA), ketua Kelompok Kerja Pengawas. (Wirda Gariza Haque)