Ini Rencana Pemerintah untuk Pelabuhan Merak, Panjang, dan Tanjung Priok

0
536 views
Menteri BUMN Rini Soemarno saat meninjau Pelabuhan Merak.

CILEGON – Kementerian Perhubungan mengedepankan transportasi laut dibandingkan penggunaan transportasi darat sebagai sarana pengiriman angkutan barang terus dikembangkan. Bahkan PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Merak sebagai pengelola Pelabuhan Merak akan terkena imbas kebijakan ini.

Menteri BUMN Rini Soemarno mengatakan, fokus utama penyeberangan kendaraan pengangkut barang akan lebih ditekankan dari Pelabuhan Panjang, Lampung, menuju Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta.

“Sehingga truk yang besar-besar yang membawa barang-barang yang diekspor itu bisa langsung diangkut dari Panjang ke Tanjung Priok. Nanti di Merak ini akan berkurang truk-truk yang besar-besar sehingga akan lebih berkonsentrasi pada angkutan penumpang dan mobil pribadi,” kata Rini, saat meninjau Pelabuhan Indonesia Merak bersama Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, dan Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Faik Fami, Senin (26/12).

Menteri Perhubungan Budi karya Sumadi mengungkapkan, kementerian akan memfungsikan laut sebagai halaman depan sebagai sarana transportasi. “Laut tidak perlu kita beli, daya dukungnya tinggi sekali. Jadi karena itu, seperti yang disampaikan Bu Menteri (Rini Soemarno) tadi, dari Panjang nanti ke Priok, dari Priok nanti ke Tanjung Mas, dari Tanjung Mas sampai ke Lembar,” ujar Budi.

Budi mengklaim, penggunaan sarana tranportasi darat lebih berisiko dibandingkan penggunaan sarana tranposrtasi laut. “Ini akan menjadi suatu subtitusi bagi angkutan darat, seperti truk yang menggunakan jalan raya yang bahaya. Maintenance-nya tinggi dan rawan konflik,” ucapnya. (Riko)