Ini Resep Jadi Ibu Happy yang Gak Baperan

0
944 views
Peluncuran Real Mom, Real Journey. Foto : Nora Sampurna/Jawa Pos

Setiap ibu ingin memberikan yang terbaik bagi anaknya. Namun, tak jarang muncul ‘tekanan-tekanan’ yang membuat ibu kurang happy dalam menjalani perannya.
Meskipun banyak masukan dari orang tua, orang di sekitar, para ahli, media tentang bagaimana sosok ibu ideal. Namun, biasanya semakin banyak mendapat informasi, semakin galau. Bingung memilih yang mana yang harus diikuti.

Melihat ibu A yang setiap hari rajin memasak buat anak dan suami, rumah selalu rapi, galau Mendengar cerita ibu B yang resign dari kantor demi mendidik anaknya homeschooling, galau. Apalagi ketika sedang ngumpul bareng mommy-mommy lainnya, masing-masing menceritakan pola asuh yang mereka terapkan. Baper (terbawa perasaan) deh.

Padahal, tidak perlu merasa galau bin baper, Mommies. Seperti yang dituangkan dalam buku Real Mom Real Journey karya founder IndonesiaMontessori.com Elvina Lim Kusumo. Buku terbitan Bentang Pustaka itu juga memuat kisah perjalanan penuh makna 30 ibu lainnya.

Vina, sapaan akrab Elvina, dalam bukunya menuturkan, sebelumnya dia beranggapan bahwa saat dirinya menjadi ibu, semuanya akan berjalan natural.

Pagi hari bisa bangun dengan tampilan cetar, punya waktu untuk mengerjakan hobi, dengan anak tersenyum manis bermain di dekatnya.

Kenyataannya, saat kali pertama mengenakan diapers buat Caleb, putranya, Vina malah gemetar. Sejak itulah, real journey-nya sebagai ibu dimulai.

Sebagai lulusan jurusan food science Purdue University, AS Vina berpikir bakal sering berkutat di dapur menyediakan menu untuk keluarga, sembari urusan rumah tangga lainnya dihandle dengan sempurna, rumah bersih mengkilat tanpa asisten.

Namun, realitanya itu sulit terealisasi secara bersamaan. Menyadari prioritasnya adalah momen bersama anak, Vina tak lagi memaksakan diri.

”Kalau menunggu rumah bersih, waktu saya beraktivitas dengan C berkurang,” ucap dia, dalam launching buku Real Mom Real Journey di Gramedia Central Park, Jakarta (22/7), sebagaimana dilansir JawaPos.com.

Beruntung, sang suami kooperatif. Maka, selama weekday, praktis waktu Vina seratus persen untuk Caleb. Ketika weekend, sang suami bersama Caleb sehingga Vina bisa menyiapkan bahan masakan dan me-laundry pakaian.

”Kegiatan itu juga biasanya kami lakukan bareng-bareng. Caleb senang membantu mencuci pakaian,” bebernya.

Selain cerita Vina, ada cerita Mela Megantara, ibu asal Bandung yang merupakan penyintas Guillain Barre Syndrome (GBS), yaitu imunitas tubuh yang justru menyerang saraf tepi sehingga bisa menyebabkan kelumpuhan.

Saat hamil, Mela merasa cemas, takut tidak bisa merawat anaknya dengan baik, karena motorik halusnya yang lemah. Mela bersyukur bisa melahirkan normal. Juga, dukungan sang suami yang membantu melakukan pekerjaan rumah dan sangat jago memasak.

Mela terinspirasi menyediakan kreasi mainan untuk Claire, putrinya, setelah menemukan Instagram @indonesiamontessori. ”Good mom bukan berarti harus bisa segala-galanya.

“Good mom menurut saya adalah ibu yang dengan tulus menyayangi anaknya, selalu berusaha memberikan versi terbaik dari dirinya,” papar Mela.

So, mommies, buang jauh-jauh galau dan baper. Vina memberikan tip untuk tidak membandingkan diri dengan ibu lainnya. Setiap orang menghadapi kondisi yang berbeda.

Serta, paling penting no judging. Tidak menganggap pilihan sendiri paling benar dan pilihan yang berbeda pasti salah. Nikmati setiap perjalanan bersama buah hati. (jpk/nor/JPC)