Ini Siasat Pedagang Ketoprak Hadapi Harga Cabai Rawit yang Melejit

0
717 views
Sudirman, pedagang ketoprak yang berjualan di Jalan Jenderal Sudirman, Ciceri, Kota Serang sedang melayani pelanggan.

Hampir sebulan sudah harga cabai rawit merah naik tiga kali lipat di pasaran. Melonjaknya harga cabai itu membuat para pedagang mengatur siasat. Siasat agar rasa makanannya tetap pedas.

FAUZAN DARDIRI – Serang

Sudirman adalah satu di antara pedagang ketoprak yang ‘menjerit’ karena mahalnya harga cabai. Ia sudah delapan tahun berjualan di Jalan Jenderal Sudirman, Ciceri, Kota Serang. Semenjak kenaikan harga cabai, ia harus mengganti jenis cabai rawit ke jenis cabai yang harganya lebih murah.

“Pusing untungnya dimakan cabai, enggak beli cabai gimana,” ujar Sudirman kepada Radar Banten sambil sibuk mengulek bumbu ketoprak pesanan salah satu pelanggannya, Rabu (11/1).

Meski sibuk menyediakan ketoprak bagi pelanggannya, ia masih mau menceritakan pedihnya harga cabai naik. Ia mengaku, untuk menjaga rasa pedas di ketoprak olahannya memerlukan cabai kira-kira seperempat kilogram (kg) per hari. Sebelumnya, hanya merogoh kocek Rp10 ribu, kini menjadi Rp30 ribu. “Pembeli mah enggak mau tahu harga cabai berapa, tahunya pedas saja,” kata pria yang memiliki dua anak ini.

Pria asal Cirebon ini lalu putar otak. Akhirnya, ia memilih membeli cabai hijau yang harganya Rp10 ribu untuk seperempat kg. “Kan lumayan, bedanya juga lumayan. Tapi tidak memengaruhi rasa,” katanya sambil tersenyum.

Ia bisa menjual ketoprak dalam sehari hingga 50 piring. Paling sedikit 30 piring. Sebagian besar pembeli adalah mahasiswa dan pegawai kantoran. “Saya belum bisa menaikkan harga, takut tidak laku,” katanya.

Hal senada dilakukan Yayan (57), pedagang warung nasi yang berjualan di sekitar Stadion Maulana Yusuf, Ciceri, Kota Serang. Saat harga cabai meroket, sementara ia dituntut agar rasa pedas tidak hilang, maka ia membeli cabai campuran. Cabai rawit merah dicampur dengan cabai rawit hijau. “Belinya campur-campur. Cabai merah, rawit, dan tomat,” tutur Yayan.

Kata dia, membeli cabai disatukan dengan tomat dan bahan-bahan masakan lainnya sehingga tidak terlalu mahal. Namun, ia harus teliti untuk memilah-milah cabai yang bagus dan busuk. “Ya, harus memilah lagi cabai takut ada yang busuk,” kata pria asal Kampung Domba, Kelurahan Unyur, Kecamatan Serang ini.

Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, dan Koperasi (Disperindagkop) Kota Serang Akhmad Benbela menjelaskan, saat ini harga cabai rawit merah di grosiran per kilogram mencapai Rp101 ribu. Sedangkan harga eceran Rp120 ribu hingga Rp130 ribu. Kenaikan disebabkan minimnya pasokan cabai karena cuaca di daerah pemasok cabai khususnya di wilayah Jawa Tengah dan Jawa Timur, menghadapi cuaca yang tidak menentu. “Kalau harga bahan pokok yang lainnya relatif stabil,” ujarnya.

Kenaikan harga cabai ini, diprediksi tidak akan berlangsung lama. Ia meminta agar masyarakat dan pedagang yang mengandalkan cabai sebagai daya tariknya, tidak gelisah dengan kenaikan harga cabai. “Kita lihat saja, perkiraan kami tidak akan bertahan lama,” tuturnya. (*)