Ini Strategi Paslon Ciptakan Pemkot Serang Bersih dari Korupsi

Debat Publik I Pilkada Kota Serang

Tiga pasangan calon walikota dan wakil walikota Serang Vera Nurlaela-Nurhasan, Samsul Hidayat-Rohman, dan Syafrudin-Subadri Usuludin menyapa para pendukung usai debat terbuka.

SERANG – Dalam debat publik pertama pasangan calon (paslon) walikota dan wakil walikota Serang yang disiarkan secara langsung oleh Banten Raya TV, tadi malam, ketiga paslon menjanjikan antikorupsi. Selain menjanjikan berbagai program dan kegiatan pembangunan, para paslon juga menyampaikan strategi untuk menciptakan Pemerintahan Kota (Pemkot) Serang yang bersih dari korupsi. Hal itu menjawab pertanyaan dari panelis Idi Dimyati yang menanyakan kebijakan apa yang akan dilakukan untuk mencegah korupsi dan janji yang akan dilakukan saat terpilih nanti sehingga masyarakat Kota Serang percaya.

Calon walikota Serang nomor urut satu Vera Nurlaela mengatakan, korupsi adalah musuh bersama. “Jika ingin pembangunan baik maka kami akan meningkatkan pengawasan, melakukan pembangunan yang transparan, hingga membina mental pejabat,” ujar Vera dalam sesi ketiga debat publik pertama Pilkada Kota Serang di Horison Ultima Ratu Serang, Jumat (11/5).

Kata Vera, hal itu akan menjadi resep mujarab membangun pemerintah yang antikorupsi. Selain itu, reformasi birokrasi juga akan dilakukan untuk menciptakan pemerintahan yang bebas korupsi. “Penempatan pejabat juga akan disesuaikan dengan kompetensi. Yang perlu dilakukan adalah asesmen untuk memetakan kompetensi pejabat,” tuturnya. Tak hanya itu, era digital juga akan dimaksimalkan. Dengan digitalisasi maka pembangunan tak dapat direkayasa.

Sementara itu, calon walikota Serang Samsul Hidayat mengatakan, pendekatan agama kepada seluruh pegawai akan dilakukan. “Ini menjadi dasar orang berbuat baik dan jahat,” ujarnya.

Selain itu, ia mengaku akan membangun kerja sama dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk melakukan pencegahan dan bahkan bila perlu penindakan apabila terjadi pelanggaran.

Samsul juga akan memberlakukan penyampaian laporan harta kekayaan penyelenggara negara (LHKPN) secara berkala. “Kalau aset kekayaan pejabat diketahui maka korupsi bisa dicegah,” tuturnya.

Calon wakil walikota Serang nomor urut dua Rohman menambahkan, pihaknya juga akan menerapkan e-budgeting agar masyarakat dapat mengetahui program pembangunan yang ada di Kota Serang. “Kami juga akan membersihkan Kota Serang dari naik pangkat wani piro serta setoran pembangunan,” tandas Rohman.

Sementara itu, calon wakil walikota Serang nomor urut dua Subadri Usuludin mengatakan, akan menempatkan pejabat sesuai dengan kompetensi yang ada. “Pertama agar memahami tugasnya dan kedua agar sepakat untuk memberantas korupsi. Dan tak lupa dengan mengedepankan iman dan takwa,” tegasnya.

Kata dia, pihaknya juga akan melakukan reformasi birokrasi untuk memberantas tindak korupsi, kolusi, dan nepotisme. Selain itu, ia akan membuat komitmen bersama agar segala kegiatan yang ada diawasi.

Selain berbicara tentang politik, pada debat publik yang mengangkat tema ‘Politik dan Kebijakan Publik’ ini juga menyampaikan visi, misi, dan program mereka untuk mengatasi pengangguran dan pengaturan waralaba. Dalam sesi lempar pertanyaan, masing-masing paslon juga saling serang. Suasana ballroom Horison Ultima Ratu Serang memanas ketika paslon nomor satu dan tiga saling lempar pertanyaan. Para pendukung masing-masing paslon juga terus melemparkan yel-yel. Paslon nomor urut satu dan dua terlihat lebih tenang dalam menjawab pertanyaan moderator HS Suhaedi dan pemandu acara Ratu Fitri. Sementara, calon walikota Serang nomor tiga Syafrudin terlihat gugup. Pasangannya, Subadri Usuludin justru terlihat bersemangat. Selain Idi Dimiyati, Asnawi Syarbini dan KH Matin Syarkowi juga didapuk menjadi panelis dalam debat publik pertama yang berlangsung sekira dua jam itu. Meskipun sudah disampaikan bahwa pendukung terbatas, jumlah pendukung yang datang lebih banyak daripada yang ditetapkan, yakni 50 orang. Akhirnya masih banyak para pendukung paslon yang terpaksa menunggu di luar.

Ketua KPU Kota Serang Heri Wahidin mengatakan, debat kandidat ini merupakan salah satu rangkaian kampanye seperti yang ada dalam PKPU Nomor 2 Tahun 2018 tentang Tahapan Kampanye. Untuk itu, debat kandidat ini harus dimanfaatkan secara maksimal oleh para paslon dikarenakan memiliki dua keuntungan bagi seluruh kandidat. Pertama, dapat memaparkan visi, misi, dan program kepada 422.072 masyarakat Kota Serang, kedua masyarakat dapat melihat, mendengar, dan langsung menyimak visi, misi, dan program kerja paslon. “Diharapkan, debat ini juga akan mendukung target partisipasi pemilih yang ditetapkan, yakni 70 persen,” ujarnya. (Rostinah/RBG)