Ini Tiga TKW Asal Banten yang Dipulangkan dari Suriah

Para TKW yang direpatriasi dari Suriah.

Sebanyak tiga tenaga kerja wanita (TKW) asal Banten dipulangkan dari Suriah oleh KBRI Damaskus via Bandara Internasional Damaskus. Para TKW asal Banten ini direpatriasi bersama 22 TKW lainnya yang berasal berasal dari Jawa Barat (18 orang), Jawa Tengah, jawa Timur dan Nusa Tenggara Barat (NTB). Mereka dipulangkan pihak KBRI setelah berhasil diperjuangkan dan diselesaikan segala permasalahan dan hak-haknya dengan majikan.

Tiga TKW asal Banten yang dipulangkan adalah Kanah Sukanah asal Kabupaten Lebak, Maslah Binti Ahmad Sampan Sargani asal Kabupaten Serang, dan Nawarah Asifah asal Kabupaten Serang.

Dengan kepulangan 25 TKW ini, berarti KBRI Damaskus sampai saat ini telah merepatriasi sebanyak 12.896 WNI dari Suriah dalam 267 gelombang sejak perang saudara berkecamuk di Suriah tahun 2011. Sementara di penampungan sementara (shelter) Damaskus masih terdapat 49 TKW yang masih diperjuangkan hak-haknya, dan masih terus berdatangan ke shelter KBRI Damaskus.

Gelombang repatriasi WNI Suriah ke-267 ini dikawal oleh Staf KBRI Damaskus Abriansyah Harahap untuk memastikan semua proses berlangsung lancar, terutama saat menghadapi pengecekan imigrasi di berbagai titik transit. Setelah tiba di Bandara Soekarno-Hatta Jakarta, para TKW ini akan diserahterimakan ke Direktorat Perlindungan WNI dan BHI, Kementerian Luar Negeri, serta BNP2TKI untuk diantar kepulangannya ke daerah masing-masing.

Duta Besar RI di Damaskus Djoko Harjanto mengatakan bahwa pengiriman TKW ke Suriah sudah dihentikan oleh Pemerintah RI sejak September 2011 dan diperkuat dengan Keputusan Menteri Tenaga Kerja No 260 tahun 2015 yang menghentikan dan melarang penempatan TKI ke kawasan Timur Tengah, termasuk ke Suriah. Pemerintah RI menetapkan bahwa TKW/PLRT yang masuk setelah masa penghentian sejak September 2011 dan merupakan korban dari perdagangan orang (Tindak Pidana Perdagangan Orang/TPPO).

Pejabat Protokol Konsuler sekaligus Pejabat Penerangan Sosial Budaya, AM Sidqi menambahkan bahwa program repatriasi Suriah sudah memasuki tahun kelima dan masih belum usai, tetapi malah TKW ilegal terus masuk ke Suriah.

“Diperlukan penanganan yang lebih serius Kementerian Tenaga Kerja, BNP2TKI, Kepolisian RI, dan Pemerintah Daerah untuk menindak tegas para pelaku perdagangan manusia. Pintu pertama perdagangan manusia untuk dikirim ke negara konflik, seperti Suriah, berasal dari Tanah Air,” ujar Sidqi melalui rilis yang diterima Radar Banten Online, Jumat (27/11/2015). (qizink)