Direktur Bina Umrah dan Haji Khusus Kementerian Agama Arfi Hatim berbicara pada Dialog Umroh di Mesjid Rumah Sakit Haji Pondok Gede, Jakarta Timur, Kamis (15/3). Foto: Kemenag

JAKARTA – Untuk menghindari masyarakat dari penipuan travel atau penyelenggara umrah yang tidak bertanggung jawab, Kementerian Agama menyiapkan beberapa tips agar masyarakat juga harus kritis dan cermat dari memilih travel umrah.

Yang pertama, menurut Direktur Bina Umrah dan Haji Khusus Kementerian Agama Arfi Hatim adalah memilih penyelenggara atau travel yang berizin resmi. dari Kementerian Agama. Hal itu dapat langsung diakses melalui internet di aplikasi dan website yang telah disediakan oleh Kemenag.

“Sekarang zaman gadget bisa dicari di-download pada aplikasi umrah cerdas. Ada daftar penyelenggara resmi dari pemerintah,” ujar Arfi di acara Dialog Umroh di Mesjid Rumah Sakit Haji Pondok Gede, Jakarta Timur, Kamis (15/3), dikutip dari laman Kemenag.

Tips kedua, adalah masyarakat bisa bertanya kepada Kantor Kemenag terdekat apakah penyelenggara itu mempunyai rekam jejak yang bagus atau tidak.

Tips ketiga adalah dilihat dari sisi harganya rasional atau tidak. “Penerbangan dari Jakarta ke Jeddah itu kalau low season saja Rp12-13 juta ini harus diketahui, belum biaya lainnya,” ujar Arfi.

Tips keempat adalah dilihat dari masa keberangkatan. Saat ini pihaknya akan menyiapkan regulasi yang akan mengatur waktu pemberangkatan jemaah.

“Untuk apa jemaah daftar sekarang tapi berangkatnya setahun, 2 tahun atau 3 tahun lagi,” ujarnya

“Umrah berbeda dengan haji. Umrah kuota unlimited atau tidak terbatas. Daftar sekarang, dokumen lengkap minggu depan bisa berangkat,” sambungnya.

Dan yang paling penting, kata Arfi adalah saat mendaftar harus ada perjanjian tertulis atara calon Jemaah umrahnya dengan penyelenggara atau travel umrahnya.

“Wajib hukumnya kalau itu,” tegas Arfi.(Ha/Kemenag/Aas)