Ini Trik Aman Memotret Bayi yang Baru Lahir

0
1.830 views

BANYAK orangtua ingin mengabadikan momen terbaik buah hati mereka dalam sebuah foto. Momen bayi baru lahir adalah salah satu momen terbaik dalam hidup.

Bayi usia 5-14 hari adalah waktu ideal bagi bayi yang baru lahir buat dipotret. Namun ada pula orangtua yang bertanya-tanya, apakah bayi baru lahir dengan tubuh yang begitu mungil aman untuk dipotret?

Owner AMORE Baby Portraits, Shinka Moeharjo menjamin selama dilakukan dengan teknik yang tepat dan seimbang, bayi akan merasa nyaman dan aman. Bahkan Shinka pernah mendapatkan pelanggan suami istri yang berprofesi sebagai dokter. Mereka sengaja mengabadikan bayi baru lahir buah hati mereka untuk dipotret.

“Bahkan dokter datang ke kami, papanya dokter kandungan, mamanya dokter anak. Mereka percaya, selama tekniknya benar bayi pasti nyaman dan tidak menangis. Kami juga ada kerja sama dengan rumah sakit dan ada beberapa testimoni dari dokter dengan ulasan yang bagus sekali,” kata Shinka kepada JawaPos.com, Selasa (28/2).

Shinka menegaskan tak semua orang bisa melakukan pose newborn dan melakukannya dengan benar. “Banyak orang bilang kok berani ya, kalau bayinya terlepas gimana, terlalu berisiko, itu selalu kita hindari,” katanya.

Bayi usia baru lahir umumnya masih dibedong dengan kain oleh orangtuanya. Namun Shinka memiliki teknik terbaik untuk membuat si mungil itu nyaman.

“Bayi zaman sekarang banyak yang menyebut sudah modern. Kami ada pose bayi yang dibedong. Pose itu kita lakukan kalau bayinya kurang tenang. Kita baca situasi, kalau bayi masih belum tenang, keluarin jurus bedongan,” jelasnya.

Saat bayi tenang dan nyaman saat dipotret, maka fotografi sesuai kesepakatan dengan orangtua memilih properti untuk bayi. Kunci yang paling utama mengapa bayi tak menangis, adalah karena suhu ruang pemotretan cocok untuk bayi yaitu suhu kamar 30 derajat celcius.

“Kadang kan ada properti, topi, celana, dasi, baju, rok. Kadang dapet komentar dari orangtua, digantikan baju kok enggak menangis? Kuncinya adalah suhu ruangan,” tegasnya.

Jika bayi menangis saat pemotretan, Shinka menjelaskan fotografer harus mengetahui dulu apa penyebabnya. Bisa saja bayi masih lapar meski sudah disusui. Bahkan Shinka pernah mengambil foto bayi baru lahir di usia 4 hari dan berjalan mulus. Hal ini juga berlaku bagi bayi kembar, meski kerepotan yang dihadapi dua kali lipat.

“Kalau menangis bisa jadi dia lapar, meskipun baru disusui. Karena anak pertama ASI itu masih belum lancar. Sehingga penggunaan dot saat pemotretan tergantung dari bayinya. Kalau bayi kembar, dibilang sulit sih bagi saya jangan bilang sulit sebelum kita mencobanya,” tegas Shinka. (cr1/JPG)