Ilustrasi

Orangtua sangat berperan dalam menentukan perkembangan jiwa emosional anak ke depan. Misalnya cara menghadapi anak yang rewel, senderung suka marah, dan anak yang meluapkan kekesalannya dengan melempar atau merusak perabotan rumah.

Dikutip dari Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Banten, berikut ini beberapa hal yang perlu diperhatikan orangtua saat anak marah.

Alangkah baiknya jika orang tua mendengarkan dengan penuh perhatian ketika anak sedang marah. Kemudian beri perhatian pada anak dalam satu kata yang membuat kesan anak nyaman, seperti mengucapkan, “oh begitu” atau “hemm hmm”. Perhatian tersebut sangat membantu meredam emosional anak ketika anak marah.

Kemudian sebut tingkah laku anak. Lalu kaitkan dengan emosinya, seperti “Kakak teriak-teriak, kesel, ya?” Selanjutnya berikan nama perasaan yang dirasakan anak, seperti “Kakak lagi kesel ya? Perhatian tersebut membantu emosional anak meredam.

Saat anak marah, alangkah baiknya orangtua memberikan waktu beberapa saat untuk meluapkan emosinya, berikan anak waktu untuk mengekspresikan emosinya. Tapi orangtua sambil mengontrol emosi anaknya sehingga tak melakukan hal-hal yang berbahaya.

Saat anak marah dan orangtua juga marah, maka pisahkan diri orangtua dengan anak beberapa saat hingga mendukung kondisi yang tenang. Setelah itu baru diajak kembali berkomunikasi lagi untuk mencari solusi permasalahnya. Jika anak menolak, mendekatlah secara fisik, lalu bicara baik-baik.

Saat anak marah, orang tua harus menghubungkan tingkah laku dan perasaanya saat emosi memuncak dan yang terakhir bahas tingkah laku lain yang bisa dilakukan saat anak mengalami emosi yang sama dengan orang tua. Ajak anak bermain atau melakukan hal-hal yang positif. (Ade F)