Kepala Bappeda Pemkab Tangerang Hery Heryanto.

Pemkab Tangerang sedang membangun sistem E-Government agar aspirasi warga tak mandek. Caranya sederhana. Tingkatkan disiplin pada personal birokrasi, sampai rapat pun bisa diputuskan lewat aplikasi Whatsapp yang ada di gadget atau ponsel.

Asipirasi warga memang kerap tersendat ketika menghadapi problem birokrasi. Untuk menyampaikan pendapat, surat sampai pernyataan langsung pun harus melewati tahapan yang rumit dan lama.

Nah sekarang, cara-cara kolot itu mulai dikikis dengan memanfaatkan tekhnologi yang kian modern. Tidak hanya menanggapi surat yang dilayangkan oleh warga, aspirasi yang disampaikan lewat aplikasi Whatsapp menjadi media penting untuk ditindaklanjuti.
Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Hery Heryanto menuturkan, kini aspirasi warga tak lagi dilakukan secara manual. Tetapi harus melalui sistem. Hingga kesimpulan rapat pun bisa diputuskan melalui Whatsapp.

”Pemkab tengah membangun sistem untuk merangkum semua hasil Musrenbang ke dalam satu klik saja hingga PNS sehingga bekerja sesuai sistem yang telah dibuat,” katanya.

Hery menilai dengan adanya sistem elektronik yang diterapkan seluruh sektor. Maka semua pelayanan kepada masyarakat bisa dilakukan secara transparan, cepat dan terukur. Hal ini, katanya bisa mencegah terjadinya praktek korupsi. ”Layanan publik sudah tak lagi mengenal penggunaan kertas berlebih dan membutuhkan waktu lama. Tetapi dengan sistem elektronik, semuanya jadi cepat, transparan dan terukur,” jelasnya.

Dijelaskan dia, sistem ini akan mudah mengontrol pelayanan tersebut baik kontrol dari segi waktu maupun kualitasnya. Sistem juga, menurutnya dapat menghindar pertemuan langsung yang bisa mengarah pada prakter korupsi. ”Jadi semuanya disimpan dalam satu server, koordinasi bisa via BBM atau WA tandasnya.

Lebih lanjut, dia mengatakan bahwa kesulitan dalam penerapan sistem elektronik adalah sosialisasi kepada PNS dan masyarakat agar mengerti dalam penggunaan sistem tersebut. ”Memang butuh waktu sih, tapi kedepannya para camat dan lurah pun bisa beradaptasi dengan baik,” katanya.

Penerapan sistem elektronik kini sudah melalui E-Reporting, E-Planning dan E-Monev. Dijelaskan Hery, penerapan ini sudah dimulai dengan e-procurement (lelang pengadaan barang elektronik) agar proses lelang berjalan secara transparan tanpa korupsi.
Sebelumnya, Bupati Tangerang A. Zaki Iskandar mengatakan sistem ini membuat kontrol pengeluaran dinas-dinas lebih mudah, mencegah praktek korupsi dan menghemat APBD. (RBG)