Inilah Kisah Unik Penghobi Bonsai di Serang

M Ishak menunjukkan koleksi tanaman bonsai di kediamannya, di Cipocok, Kota Serang. Foto: Banten Raya

Untuk mendapatkan bongkol bonsai yang berkualitas dan indah, para pecinta bonsai rela menyusuri hutan yang jauh dan pulau-pulau terpencil, meski terkadang mereka tidak mendapatkan apa yang mereka cari.

Hobinya terhadap tanaman bonsai membawa Kabag Hukum Pemkab Serang M Ishak ke pengalaman-pengalam yang tidak biasa. pada saat hari libur, Ishak bersama dengan anggota Persatuan Penghobi Bonsai Indonesia (PPBI) Serang melakukan pencarian bahan bonsai yang memiliki kualitas tinggi ke tempat-tempat yang jauh.

Beberapa daerah yang pernah dituju Ishak untuk mencari bahan bonasi yaitu Pulau Sangiang, di Kecamatan Anyer, Pulau Tunda, di Kecamatan Tirtayasa, Pulau Panjang, di Kecamatan Puloampel. Tidak hanya itu ia juga sering melakukan pencarian ke hutan-hutan di wilayah Banten dan Jawa Barat.“Untuk dapat bahan bonsai yang bagus tidak mudah, lumayan sulit karena harus masuk ke dalam hutan. Sering juga ke pulau-pulau terpencil,” ujar Ishak, Kamis (5/4), dikutip dari Banten Raya.

Tidak heran jika untuk jenis bonsai tertentu seperti rukem yang sudah memenangi kontes memiliki harga jual yang cukup tinggi karena saat ini tidak mudah untuk mendapatkan jenis bonsai tersebut. “Pernah juga waktu nyari ke hutan seharian tidak dapat sama sekali walaupun sudah masuk ke semak-semak,” ujar pria kelahiran Garut, Jawa barat itu.

Ishak membocorkan jenis bonsai yang sering menenangi kontes, yaitu jenis bonsai yang akarnya melingkar dan batangnya mengerucut ke atas menjadi kecil. kemudian punya cabang dan dari cabang itu keluar anak cabang yang dinamakan ranting. Namun jenis bonsai seperti itu merupakan jenis bonsai yang langka.

“Yang sering jadi juara jenis bonsai cemara inoki. Tapi jenis inoki sangat jarang makanya impor dari Taiwan. Untuk bonsai asli Indonesia yang sering jadi juara, seperti rukem, jeruk kinkit, dan kalage,” ungkapnya.

Saat ini Ishak bersama teman-teman PPBI nya sedang merintis kerja sama dengan pihak-pihak hotel untuk menyewakan bonsai yang mereka miliki. “Biasanya kita menyewakan bonsai ke hotel satu bulan Rp250.000. Enggak sulit mengurus bonsai itu cukup disiram dengan air tiap hari. Perawatan khsusnya medianya diganti enam bulan sekali,” ujarnya. (Tanjung/RBG)