Sidang kasus dugaan suap pembentukan Bank Banten.

SERANG – Anggota DPRD Banten Tri Satriya Santosa menyarankan kepada terdakwa Ricky Tampinongkol untuk memberikan uang kepada enam orang pimpinan fraksi di DPRD Banten. Saran tersebut diberikan sebelum pelaksaanaan paripurna pengesahan APBD TA 2016 tanggal 30 November 2015 agar berjalan dengan lancar, sehingga tidak terjadi kegaduhan.

“Supaya tidak gaduh diparipurna besok, ada usaha nggak dari Pak Ricky kira-kira? buat enam orang saja,” kata Tri Satriya melalui pesan singkat, seperti dalam dakwaan yang dibacakan JPU KPK Haerudin di Pengadilan Tipikor Serang, Senin (22/2/2016), dalam sidang kasus dugaan suap pembentukan Bank Banten dengan terdakwa Ricky Tampinongkol.

Atas saran tersebut, Ricky Tampinongkol yang saat itu menjabat Direktur PT Banten Global Development, menyanggupinya. “Siap! siap. Hei Pak Tri kayak gitu mah nggak usah diomongin Pak. Tinggal perintah aja. Gimana? Kan kita udah komit,” jawaban Ricky kepada Tri Satria.

Denga cepat, Ricky kemudian menyiapkan uang sebesar Rp60 juta yang dipisahkan menjadi enam amplop, masing masing Rp10 juta, untuk enam orang pimpinan fraksi. Ricky juga menyiapkan uang sebesar USD 1.000 untuk Tri Satriya Santosa. Setelah siap, Ricky kemudian mengirim pesan singkat kepada Tri Satriya terkait kesiapannya mengirimkan uang tersebut oleh sopir pribadi.

“Siang, mpek2 nya mau dikirim kemana ya? Dhanny yang mau antar,” begitu SMS nya, lalu dijawab Tri Satriya, “Ia diambil supir.” Kemudian terdakwa membalas “Ok, ketemu Dhany ya, supir namanya siapa?”. Dijawab kembali oleh Tri Striya, “Endang, di kantor.” Kemudian terdakwa Ricky menjawab. “Ok, iya di kantor,” jawabnya. (Wahyudin)