Warga saat melintasi jalan menuju Desa Curug, Kecamatan Cibaliung, yang berlumpur.

SERANG – Kondisi jalan menuju Desa Curug, Kecamatan Cibaliung, Kabupaten Pandeglang, sungguh memprihatinkan.  Jalan sepanjang kira-kira empat kilometer ini belum pernah diaspal. Baru sebatas diperkeras dengan batu.

Saat hujan dan setelah hujan, jalan ini bagaikan medan laga kendaraan off road. Becek dan berlumpur. Pengendara, seperti sepeda motor, harus ekstra hati-hati. Bahkan motor sulit melintas dan harus didorong. Kalau pun motor bisa melintasi jalan itu, yang diboncengnya harus turun.

Tety Masitoh menapaki jalan berlumpur karena motor yang ditumpanginya sulit melintasi jalan berlumpur.
Tety Masitoh menapaki jalan berlumpur karena motor yang ditumpanginya sulit melintasi jalan berlumpur.

Warga di desa itu akhirnya seperti terbiasa melintasi jalan dengan kondisi berlumpur. Seperti yang dialami Tety Masitoh. Ia pada Jumat (12/8) ini melintasi jalan desa itu. Rintangan melintasi jalan berlumpur ia foto dan dijadikan foto profil di akun BlackBerry Messenger-nya.

“Ini jalan menuju Desa Curug, desa yang ada di ujung Kecamatan Cibaliung,” kata Tety usai foto profil akun BlackBerry Mesenger-nya dikomentari Radar Banten Online.

Ia pun bercerita, jalan rusak mulai dari Desa Sorongan yang berbatasan dengan Desa Curug. Akses ke kampungnya di Desa Curug, juga bisa melalui Cibingbin atau melalui sungai.

Abdul Azis, anggota DPRD Pandeglang dari PKS daerah pemilihan Cibaliung, mengakui kondisi jalan Desa Curug rusak parah. “Panjangnya kira-kira empat kilometer. Dari dulu memang belum pernah dibangun. Baru pengerasan saja. Jalan rusak dan hancur karena dilalui truk bermuatan kelapa sawit,” jelas Abdul Azis saat dihubungi Radar Banten Online.

Menurutnya, jalan yang rusak mulai dari ujung perbatasan Desa Sorongan ke Desa Curug. Jalan kabupaten itu oleh Pemkab Pandeglang akan dibangun dan sudah dianggarkan. “Jalan desa lain sudah dibeton. Rencananya, jalan ke Desa Curug setelah pengerasan akan dibeton,” jelas Azis. (Aas)