Inilah Kreativitas Warga Kota Serang Saat Maulid Nabi

0
2.353 views
Aneka panjangan atau panjang mulud di Jalan Samaun Bakri, Kota Serang.

SERANG – Setiap perayaan kelahiran Nabi Muhammad SAW pada bulan Rabiul Awwal (Mulud), di Jalan Sama’un Bakri, Kampung Tanggul dan Domba, Kota Serang, berjejer beraneka panjangan, yaitu tempat untuk menyimpan makanan untuk perayaan maulid Nabi atau muludan. Ada yang berbentuk perahu, kendaraan, rumah minang, dan bahkan bentuk unta.

Panjangan itu adalah hasil kreativitas warga. Mereka membuat pajangan atau panjang mulud hanya pada momen maulid Nabi saja.  Asep, misalnya, setiap tahun ia membuat bermacam-macam panjangan untuk dijual.

“Dari hari pertama (Mulud), jualan baru laku tiga, yang beli dari Anyer, Merak sama orang Serang. Biasanya sih kalau sudah mau mendekati maulid (12 Rabiul Awwal) ramai pembeli. Dari dinas-dinas pemerintahan juga pesan ingin dibuatkan model lain,” kata Asep, Selasa (6/12).

Satu buah panjangan, kata Asep, hargaya Rp 175.000 untuk ukuran kecil dan Rp 350.000 – Rp 500.000 ukuran besar. “Biasanya sih yang laku yang kecil karena yang beli juga kebanyakan pedagang untuk dijual lagi. Paling kalau pedagang yang beli dikurangi jadi Rp 150ribu. Kalau yang besar Rp 300ribu. Sedangkan kalau minta diantar sampai rumah itu ada ongkosnya, paling Rp 50ribu-Rp 100ribu,” katanya.

Asep juga mengaku sering mendapatkan pesanan selain untuk perayaan maulid. “Biasanya orang dinas itu suka pesan untuk acara MTQ atau ada parade-parade. Kalau lagi nggak ada pesanan, ya saya cuma kerja serabutan. Jadi kuli bangunan,” katanya.

Ia pun berharap semoga saja tahun ini yang terjual semakin banyak. Tahun lalu, Asep selama bulan Mulud meraup untung hingga Rp 5juta setelah menjual 50 unit panjangan dalam berbagai ukuran dan model. (Wirda)