Inilah Lima Posisi Gendong Bayi dan Tujuh Jenis Gendongan

0
3.560 views
Komunitas Gendongan Padang

MENGGENDONG bayi itu ternyata memiliki beberapa posisinya. Posisi bayi yang digendong ini sangatlah penting, karena ini akan menjadi sumber kenyamananya saat berada di dala pelukan orang tua. Baik bersama ibu maupun ayahnya.

Ria Octarina, dari Komunitas Gendongan Padang, menceritakan beberapa jenis posisi gendongan yang perlu diperhatikan untuk si buah hati.

Pertama ada posisi M Shape, yaitu posisi ideal. Kedua sendi panggul bayi tidak terganggu perkembangannya dan sesuai dengan anatomi tulang belakang bayi tetap posisi melengkung sesuai umur.

Kedua, posisi Ticks, terdiri dari tight berarti ketat. Bayi serasa dipeluk oleh ibunya, invisible bayi selalu terlihat, bukan mendelep ke dalam.

Ketiga, Close enought to kiss bayi, yakni posisi gendongan yang bisa dicium saat digendong.

Keempat, keep chin off the chest, yaitu dagu bayi jangan sampai tertekuk ke arah dada

Kelima, support back berarti gendongan yang dipakai bisa menyangga punggung bayi.

Untuk itu bagi yang menggendong menggunakan gendongan, maka perlu diperhatikan jenisnya. Bila salah memilih itu akan berdampak pada keamanan dan kenyamanan si buah hati dan ibu itu sendiri.

Ria Oktorina, anggota Komunitas Gendongan Padang, menyebutkan, ada tujuh jenis gendongan yang perlu diperhatikan untuk si bayi, yaitu:

1. Stretchy wrap (untuk bayi baru lahir)
2. Jarik (untuk bayi baru lahir)
3. Cukin atau selendang (untuk bayi baru lahir sampai lima tahun)
4. Woven wrap (untuk bayi baru lahir sampai lima tahun)
5. Bei dai (untuk bayi baru lahir sampai lima tahun)
6. Soft structured carrier, (untuk bayi empat bulan sampai lima tahun)
7. Pouch (untuk bayi empat bulan sampai lima tahun)

“Jadi sebelum memutuskan untuk membeli gendongan, dicari dulu yang pas. Sambil belajar teknik-teknik menggendong yang ada, terutama untuk jenis woven wrap yang belum familiar di tengah masyarakat,” sebut Ria yang dilansir Padang Ekspres (Jawa Pos Group). (oo/iil/JPG)