Inilah Pernyataan Forum Dekan Fakultas Syariah dan Hukum Soal Bom di Gereja Katedral Makassar

0
1864
Tim DVI Polda Sulsel melakukan identivikasi di lokasi bom meledak di depan Gereja Katedral, Minggu (28/3). Foto: TAWAKKAL/FAJAR/JAWA POS GROUP.

SERANG – Forum Dekan Fakultas Syariah dan Hukum Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) Se-Indonesia merasa prihatin dengan aksi teror bom di depan Gereja Katedral Makassar, 28 Maret 2021, pukul 10.35 WITA. Ulah pihak yang tidak bertanggung jawab itu yang mengakibatkan ketakutan, kekacauan, korban luka dan juga korban jiwa.

Karena itu, Forum Dekan Fakultas Syariah dan Hukum PTKI menyatakan, tindakan teror bom merupakan tindakan yang tidak dibenarkan oleh norma hukum dan norma agama manapun. “Karena itu, kami mendesak aparat kepolisian untuk melakukan penegakan hukum secara transparan dan akuntabel,” kata Ketua Forum Dekan Fakultas Syariah dan Hukum PTKI Se-Indonesia Ahmad Tholabi Kharlie, Rabu (31/3).

Pihaknya menilai, peristiwa bom di Makassar menunjukkan langkah preventif pemerintah yang diamanatkan dalam Pasal 43A ayat (1) UU No 5 Tahun 2018 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme tidak berjalan dengan maksimal. Dalam konteks ini, perlu ada evaluasi yang menyeluruh khususnya dalam hal pencegahan tindak pidana terorisme. Kemudian, korban yang diakibatkan oleh teror bom Makassar agar dipastikan mendapat kompensasi, bantuan medis, atau rehabilitasi psikososial dan psikologis oleh Pemerintah, sebagaimana amanat Pasal 43L ayat (1) UU No 5 Tahun 2018 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme.

Selanjutnya, pelaku bom Makassar yang berasal dari kalangan milenial perlu menjadi perhatian sangat serius oleh semua pihak seperti pemerintah, lembaga pendidikan, organisasi keagamaan, tokoh agama serta orang tua. Merujuk data sensus BPS Tahun 2020, jumlah generasi milenial (Lahir tahun 1981-1996) sebesar 25,87 persen dan generasi Z (lahir 1997-2012) sebesar 27,94 persen merupakan kelompok dominan dibanding kelompok usia lainnya. Karena itu, fenomena bomber milenial harus menjadi catatan serius kita semua.

“Mengajak kepada seluruh dekan dan civitas akademika Fakultas Syariah dan Hukum di lingkungan perguruan tinggi keagamaan Islam di seluruh Indonesia untuk senantiasa meningkatkan literasi pemahaman keagamaan yang benar dan tepat kepada seluruh civitas akademika sebagai bagian dari upaya untuk tidak memberi ruang gerak dan kesempatan atas berkembangnya semua ajaran yang membahayakan persatuan dan kebinekaan di Indonesia,” ungkap Dekan Fakultas Syariah dan Hukum UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.

Forum Dekan Fakultas Syariah dan Hukum Perguruan Tinggi Keagamaan Islam, lanjut dia, mengajak seluruh komponen bangsa untuk terus memelihara dan mewujudkan kehidupan yang harmonis di tengah keragaman dan kebhinekaan bangsa Indonesia. (aas)