SERANG – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Banten angkat bicara soal razia rumah makan yang buka pada siang hari pada bulan Ramadan oleh Satpol PP Kota Serang. Pada razia Rabu (8/6) lalu itu, Satpol PP yang menyita makanan yang dijual pedagang mendapat reaksi dan tanggapan beragam dari masyarakat.

Berikut ini pernyataan MUI Banten yang ditandatangani ketua umumnya, A M Romly, Minggu (12/6).

1. Satpol PP adalah aparat Pemda yang berwenang melakukan penindakan dalam menegakkan Perda. Namun dalam pelaksanaannya hendaknya tidak pandang bulu, dan kami mengharapkan tidak ada penyitaan barang dagangan.

2. Mengajak kepada Umat Islam Provinsi Banten agar tetap tenang, menjalankan ibadah puasa dan amaliah Ramadhan dengan khusyuk, jangan terpancing jika ada provokasi pihak yang tidak rela meliha kedamaian di kalangan umat Islam dan masyarakat Banten dengan memanfaatkan kejadian ini.

3. Menyampaikan penghargaan kepada masyarakat yang telah menyisihkan sebagian rizkinya untuk memberikan bantuan kepada orang yang susah. Semoga Allah melipat gandakan pahalanya dan memberkahi rizkinya. Marilah kita terus bergotong royong dalam kebajikan dan takwa.

4. Mengimbau kepada para pengusaha rumah/warung makan hendaknya tetap tenang dan tidak khawatir dalam melakukan usahanya selama masih menjalankan adat kebiasaan yang sudah berlaku sejak lama di Banten, yakni menghormati bulan suci Ramadan dan orang-orang yang sedang berpuasa. Untuk itu hendaknya dapat mematuhi Perda setempat. Semoga usahanya semakin maju dan mendapat barokah dari Allah.

5. Mengimbau kepada semua pihak untuk tidak mengembangkan peristiwa ini yang menyebabkan isunya menjadi liar dan tidak terkendali, sehingga menimbulkan konflik yang tidak diinginkan.

6. Kami mengajak kepada masyarakat agar dalam menyelesaikan masalah ini dengan segala dampak yang ditimbulkannya kita serahkan kepada Pemerintah. (Bayu)