Jordan Pickford saat berjalan menuju gawang dengan botol yang ditutupi handuk. Foto: AFP

TIMNAS Inggris pantas melaju ke babak perempat final karena telah menyiapkan diri untuk menghadapi pertandingan. Termasuk ketika harus menjalani babak adu penalti saat menghadapi Kolombia. Semuanya disiapkan secara cermat dan sangat mendetail.

“Seandainya terjadi (adu penalti) di babak ini, kami sudah siap,” ucap pelatih Gareth Southgate sebelum laga versus Kolombia, seperti dilansir JawaPos.com dari NZHerald.

Para pemain yang akan menjadi eksekutor telah disiapkan jauh-jauh hari. Mereka terus mengasah kemampuan menendang penalti di setiap sesi latihan.

Dikutip NZHerald, mental pemain pun terus diasah dengan membebaskan mereka meletakkan bola di titik yang diinginkan. Benar-benar sebuah simulasi adu penalti yang detail.

Begitu pula dengan kiper Jordan Pickford. Dibantu tim video analisis, Pickford dan tim pelatih kiper mengamati arah tendangan setiap pemain Kolombia yang biasa menjadi eksekutor penalti. Hasilnya dicatat dengan lengkap dan disimpan oleh pelatih kiper, Martyn Margetson.

Catatan inilah yang kemudian dibawa Pickford saat melakoni adu penalti. Saat semua penendang penalti Inggris mengambil minum, Pickford mendapat sebuah botol baru dari Margetson. Menurut NZHerald, pada botol tersebut tercatat nama-nama pemain Kolombia lengkap dengan arah tendangan yang biasanya dilakukan saat adu penalti.

Dugaan ini semakin kuat karena botol tersebut ditutup oleh handuk. Sehingga kiper Kolombia tak bisa melihatnya dan memberi tahu rekan setimnya untuk melakukan tendangan yang berbeda dari biasanya.

Taktik ini relatif tidak baru. Karena kabarnya, taktik menyiapkan daftar penendang penalti lawan secara detail dan diberikan kepada kiper pernah dilakukan Tim Hoki Putri Inggris Raya. Bukan mustahil taktik serupa bakal diterapkan The Three Lions saat menghadapi Swedia di babak perempat final, Sabtu (7/7) malam. (adw/JPC/JPG)