Inilah Visi Misi Empat Bakal Calon Rektor Untirta

0
652 views
Empat bakal calon rektor Untirta yaitu Dr Agus Ismaya Hasanudin, Dr Fatah Sulaiman, Dr Suherman, dan Prof Dr Tubagus Ismail saat akan memaparkan visi dan misi.

CILEGON – Empat bakal calon rektor Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) menyampaikan visi, misi dan program kerja di Gedung Central of Excellence (CoE) Fakultas Teknik Untirta, Rabu (10/4). Keempatnya yakni Dr Agus Ismaya Hasanudin, Prof Dr Tubagus Ismail, Dr Suherman, dan Dr Fatah Sulaiman.

Kegiatan pemaparan visi dan misi dihadiri Sekretaris Direktorat Jenderal (Dirjen) Kelembagaan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Kemenristekdikti Agus Indarjo, Rektor Untirta Prof Sholeh Hidayat, Dewan Pertimbangan Untirta Embay Mulya Syarief, civitas akademika, senat, dan tamu undangan lainnya.

Bakal calon rektor Untirta Agus Ismaya mengatakan, dirinya berusaha mewujudkan Untirta unggul berstandar internasional berbasis perilaku cendekiaan, riset serta pengembangan kewirausahaan berkelanjutan. “Perpaduan perilaku cendikiaan, riset berbasis internasional dan kewirausahaan berkelanjutan dibutuhkan Untirta ke depan,” katanya.

Sementara Prof Dr Tubagus Ismail mengatakan, Untirta ke depan harus menjadi basis riset internasional, pusat unggulan ilmu pengetahuan berbasis teknologi bersandar pada Tri Dharma Perguruan tinggi. “Pertama kita mendorong penyelenggaraan penelitian berstandar internasional,” katanya.

Selain itu, kata dia, menyediakan akses yang luas untuk pendidikan dan pengajaran, mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi, peningkatan kapabilitas inovasi, kewirausahaan yang hasilnya mampu mendorong lulusan yang berkarakter dan mampu bersaing secara global.

Sedangkan Dr Suherman ingin mendorong Untirta supaya diakui secara internasional dalam pengajaran, penelitian, inovasi, dan publikasi pada tahun 2030. “Saya berkomitmen melakukan pengetahuan dan pembelajaran melalui penelitian dan pendidikan berkualitas,” katanya.

Selah satunya, lanjut dia, mendorong lulusan yang mampu bersaing secara global. Menciptakan iklim akademik dan lingkungan kolaboratif secara terbuka, untuk pertukaran gagasan secara bebas. “Tempat penelitian, kreativitas, inovasi dan kewirausahaan dapat berkembang,” terangnya.

Untuk visi dan misi Dr Fatah Sulaiman, ingin mewujudkan Untirta 2030 memiliki daya saing di ASEAN. Langkahnya, meningkatkan kualitas relevansi dan daya saing pendidikan serta lulusan yang unggul, berkarakter, berdaya saing. “Meningkatkan kualitas dan kuantitas penelitian dan pengabdian kepada masyarakat berbasis kebutuhannya dan perkembangan zaman,” kata Fatah.

Selain itu, kata dia, meningkatkan daya dukung tata kelola perguruan tinggi yang baik sebagai implementasi dari integrated smart and green university. “Penguatan dosen dan penambahan guru besar menjadi kebutuhan mendesak ke depan,” pungkasnya.

Sekretaris Dirjen Kelembagaan IPTEK Kemenristekdikti Agus Indarjo mengapresiasi proses pilrek Untirta, yang sampai saat ini berjalan dengan baik dan mengikuti aturan. “Walau pun masuk kategori dua dengan status perguruan tinggi baru,” katanya.

Menurutnya, dalam pelaksanaan pilrek berbeda dengan jauh pilkada. Siapa pun dosen berkeinginan memimpin perguruan tinggi, mulai lah menabung Tri Dharma Perguruan Tinggi. “Tugas utamanya bagaimana terus meningkatkan akreditasi prodi dan institusi,” katanya.

Kata Agus, pilrek merupakan kegiatan rutin empat tahunan. Indonesia kini memiliki 135 perguruan tinggi negeri, 4.300 perguruan tinggi swasta dan ratusan perguruan tinggi kementerian. “Selain manajemen yang hebat, kampus harus memiliki dosen-dosen hebat. Kalau itu dilakukan maka Untirta akan cepat berubah dan juara,” katanya. (Fauzan Dardiri)