Inisiatif Masjid Tanggulangi Dampak Sosial Ekonomi Covid-19

0
1.507 views
Ketua DKM Masjid Nurul Iman, Taman Widya Asri, Dr Fadlulah (kanan) bersama pengurus menunjukkan beras yang siap dijual.

SERANG – Departemen Ekonomi dan Bisnis DKM Nurul Iman, Taman Widya Asri, Kota Serang, menyediakan tempat bagi warga yang berjualan aneka takjil selama Ramadan di halaman masjid. Kegiatan yang ikut digagas oleh forum RT RW itu berprinsip dari jamaah, oleh jamaah masjid untuk seluruh warga.

Aneka takjil yang dijual antara lain kolak manis, gorengan, aneka minuman, dan sebagainya. Dibuka mulai pukul 16.00 WIB hingga pukul 18.00 WIB.

Ketua Ekbis DKM Nurul Iman Daryadi Harahap mengatakan, kegiatan itu untuk memfasilitasi warga yang ingin berjualan selama Ramadan. “Di masa pandemi Covid-19 ini, kami tetap memberlakukan physical distancing. Antara pembeli dan penjual harus menjaga jarak dan memakai masker,” ujarnya kepada Radar Banten, Jumat (24/4). Selain itu juga disediakan tempat cuci tangan pakai sabun.

Di hari pertama Ramadan, penjual dan pembeli sudah dapat menerapkan jaga jarak itu. “Alhamdulillah, semuanya sudah menyadari pentingnya menjaga jarak dan memakai masker saat keluar rumah,” tegasnya.

Sementara Ketua DKM Nurul Iman Dr Fadlullah mengatakan, kegiatan itu adalah bentuk kepedulian masjid dalam menanggulangi dampak sosial ekonomi Covid-19. “Masjid Nurul Iman mendorong kegiatan industri rumah tangga untuk jajanan takjil berbuka puasa. Sebagian berbelanja untuk keluarga sebagian lagi untuk buka puasa bersama di serambi masjid. Alhamdulillah gerakan amal umat menjadikan masjid sebagai pusat gerakan ekonomi dan posko logistik Covid-19 bisa dimulai,” ujarnya.

KEBUTUHAN DASAR DAN SAHAM

Kata Fadlullah, masjid juga menyiapkan kebutuhan dasar bagi warga selama Ramadan seperti beras, minyak goreng, gula pasir, terigu, dan lainnya. Sebagian kebutuhan pokok itu disuplai oleh Rumah Transaksi Pondok Pesantren Forum Silaturahim Pondok Pesantren (FSPP) Provinsi Banten. Keberadaan Logistik masjid ini untuk memudahkan warga memenuhi kebutuhan sembako untuk diri dan keluarganya, sekaligus juga untuk keperluan gerakan sedekah. Masjid Nurul Iman juga mendorong warga berwakaf untuk modal usaha gerakan Ekbis DKM yang dikemas dengan sebutan wakaf saham dengan nilai Rp100.000 per lembar.

“Saya juga selaku Ketua Satgas Covid-19 MUI Provinsi Banten mendukung gerakan amal umat menjadikan masjid sebagai pusat kegiatan transaksi sekaligus posko logistik Covid-19,” pungkasnya. (A Lutfi)