INKAI Banten Raih Juara Umum Kejurprov Karate 2015

Karateka foto bersama usai pengalungan medali di GGM Rangkasbitung, Kawasan Stadion Pasir Ona, Lebak, Minggu (20/12/2015).

SERANG – Tim karateka Pengurus Daerah (Pengda) Institut Karate-Do Indonesia (INKAI) Banten sukses menyandang gelar juara umum Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) Karate Piala Gubernur I 2015. Pada kejuaraan yang dilangsungkan di Gelanggang Generasi Muda (GGM) Rangkasbitung, Kawasan Stadion Pasir Ona, Lebak, Jumat-Minggu (18-20/12/2015), INKAI berhasil meraup 38 keping medali, yakni 22 medali emas, 10 medali perak, dan enam medali perunggu.

Peringkat kedua ditempati tim karateka Pengcab Forki Kota Tangerang dengan raihan 20 keping medali, yaitu sembilan emas, tujuh perak, dan empat perunggu. Menyusul di tempat ketiga Pengcab Forki Kabupaten Tangerang dengan meraih 21 keping medali, yakni tujuh emas, lima perak, dan sembilan perunggu. Pengcab Forki Kota Serang berada di posisi keempat dengan mengumpulkan 21 keping medali, lima emas, tujuh perak, dan sembilan perunggu.

Ketua Pengda INKAI Banten Edi Mursalim mengatakan, hasil yang diraih karateka INKAI merupakan buah kerja keras dan latihan rutin yang dilakukan. “Kami memiliki unit di setiap kota/kabupaten se-Banten. Mereka berlatih rutin dan ini pembuktian bahwa mereka benar-benar berlatih,” kata Edi kepada Radar Banten.

Sementara itu, Ketua Umum Pengprov Forki Banten Maruli Girsang mengapresiasi kerja keras atlet, pelatih, dan panitia sehingga kejuaraan yang pertama kali digelar sukses terlaksana. “Kami melihat hasil dari kejuaraan ini sangat luar biasa. Awal tahun 2016 nanti, kami akan memulai pembinaan jangka panjang yang dinamakan program Banten Bangkit (Bangkit). Karateka peraih medali emas di masing-masing kelas akan kami bina di program Bangkit,” katanya.

Meski program Bangkit tidak dilakukan terpusat, tetapi pengprov tetap melakukan monitoring di atlet. “Mereka kami persiapkan untuk mengikuti kejuaraan nasional (kejurnas) 2016 dan beberapa kejuaraan terbuka, seperti Kejurnas INKAI, Kejurnas Shindoka, dan lainnya. Untuk itu kami akan memantau terus anak-anak berlatih. Program Bangkit sama halnya dengan PPLP, tapi kami latihan dimasing-masing dojo. Kalau karateka absen berlatih selam enam hari berturut-turut, maka pengprov akan mencoret mereka dari atlet program Bangkit. Kalau mereka juara di berbagai kejuaraan maka kami siapkan bonus,” tutupnya. (RB/dre/air/ags)