Insentif Guru Mengaji di Kabupaten Serang Belum Cair

0
1.248 views
GURU MADRASAH: Guru mengaji dalam kegiatan belajar mengajar di sebuah madrasah di Kecamatan Ciruas, beberapa waktu lalu. FOTO: ROZAK/RADAR BANTEN

SERANG – Guru mengaji dan guru madrasah masih perlu perhatian lebih dari Pemkab Serang. Insentif yang mereka dapatkan kecil dan disalurkan satu tahun sekali. Waktunya pun tak tentu.

Camat Tanara Suhaeri mengakui hal itu. “Anggarannya (insentif untuk guru mengaji dan guru madrasah-red) tidak begitu besar, harusnya ditingkatkan. Tapi mungkin anggarannya yang terbatas,” katanya saat dihubungi Radar Banten melalui telepon seluler, Sabtu (15/4).

Suhaeri mengatakan, selama ini, penghasilan guru mengaji dan guru madrasah di Kecamatan Tanara masih ditunjang oleh iuran dari muridnya. “Itupun biasanya hanya untuk bayar listrik saja,” ungkapnya

Sementara, lanjutnya, dana desa tidak bisa dialokasikan untuk menunjang kesejahteraan guru mengaji dan madrasah. “Seharusnya memang jadi perhatian juga, Di sini (Kecamatan Tanara-red), ada 200 guru ngaji,” kata Suhaeri.

Soal penyaluran insentif dari Pemkab Serang untuk guru mengaji dan guru madrasah tahun ini, belum diketahui oleh Camat Pabuaran Babay Ahlan. Dana insentif itu dikelola oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kabupaten Serang.

“Biasanya kan per tiga bulan atau empat bulan sekali. Memang ada rencana akan dialihkan ke desa atau kecamatan,” ujar Babay saat dikonfirmasi juga melalui telepon seluler.

Babay sepakat jika kesejahteraan guru mengaji masih perlu diperhatikan. “Walaupun pemberiannya tidak maksimal, tapi tetap harus kita dorong kesejahteraannya,” imbaunya.

Ia mengaku belum dapat informasi jika Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) juga akan memberikan tunjangan kepada guru mengaji. “Satu orangnya itu, kalau tidak salah Rp600.000. Tapi bergilir, tidak semuanya,” jelas Babay.

Sekretaris Dindikbud Kabupaten Serang Sarjudin mengatakan, pihaknya sudah melakukan pendataan guru mengaji dan guru madrasah. Ada 6.031 guru mengaji yang akan diberikan dana insentif, masing-masing Rp50.000 per bulan.

“Kita sedang tunggu SK Bupati (untuk menyalurkan dana insentif-red). Itu nanti diberikannya sekaligus. Biasanya habis Lebaran,” terang Sarjudin. (Rozak/Radar Banten)