Inter Milan vs Juventus: Derby D’Icardi

MILAN – Mauro Icardi sudah beberapa bulan terakhir dikaitkan dengan Juventus. Dia disebut-sebut akan ditukar dengan second striker milik klub yang berjuluk La Vecchia Signora itu. Tapi setelah rumor memanas, baru dini hari nanti WIB Icardi head to head lawan Juve pada giornata 34 Serie A di Giuseppe Meazza, Milan (Siaran langsung beIN Sports 1 pukul 01.30 WIB).

Setelah comeback pada giornata 30 lawan Genoa (4/4), striker berjuluk Maurito itu memang selalu tampil dalam empat laga terakhir Nerazzurri, julukan Inter.  Terakhir, dia main sebagai pengganti selama 36 menit melawan AS Roma (21/4). Icardi pun diyakini bakal menempati posisi inti dini hari nanti.  Makanya, label Derby d’Italia layak diplesetkan dengan Derby d’Icardi.

Media-media di Milan, salah satunya La Gazzetta dello Sport, mengklaim peluang Icardi main sebagai starter masih fifty-fifty. Antara Icardi atau Lautaro Martinez. Terlepas dari peluang starternya itu, laga melawan Juve bisa jadi kans Icardi unjuk gigi. Apakah dia layak dilego Inter dan dibeli Juve musim depan?

Apalagi sejak kembali dipercaya allenatore Luciano Spalletti, dia telah menyumbangkan satu gol plus dua assists. Meski, kontribusi itu selalu dia berikan dalam laga tandang. Bukannya dalam laga di Milan. ”Dia (Icardi) telah memahami bagaimana caranya melewati situasi seperti ini,” klaim gelandang Inter Radja Nainggolan, kepada Sky Sport Italia.

Kemarin WIB (26/4) Calciomercato menyebut-nyebut nama Gonzalo Higuain untuk jadi alat barter Icardi selain Dybala. Higuain saat ini masih main di Chelsea sebagai pinjaman. Pada musim depan The Blues, julukan Chelsea, diklaim takkan mempermanenkan status pinjam bagi Higuain.

Sayangnya, La Stampa menyebut pihak Inter menolak mentah-mentah tawaran Juventus. Ada beberapa faktor yang bisa jadi alasan mengapa Inter masih bergeming dengan tawaran opsi tukar tambah dari Juve. Baik dengan Dybala ataupun Pipita, julukan Higuain. Peran sosok yang ada di balik layar bursa transfer bisa jadi alasannya.

Di Inter ada CEO Beppe Marotta. Sementara, transfer Juve berada di bawah kendali sang Direktur Olahraga, Fabio Paratici. Ingat, siapa sosok yang disebut-sebut jadi alasan di balik kepergian Marotta dari Turin? Ya, Paratici-lah orangnya. Sebelum menyeberang ke Inter Milan, Marotta menjabat sebagai General Manager Juve.

Bahkan, Sempreinter mengklaim relasi buruk itu sudah terjadi sejak keduanya masih ada di Sampdoria. Marotta sebagai CEO dan Paratici menjabat sebagai bagian scouting di La Samp, julukan Sampdoria. Sehingga setelah keduanya berpisah di dua klub berbeda maka Marotta dan Paratici akan bersaing satu sama lain. Itu yang menipiskan kans barter dari kedua klub.

Eks attacante Juve pada musim 2011 – 2012, Luca Toni, menyebut faktor performa akan jadi pembedanya. Apalagi dengan label Icardi sebagai mesin gol Inter beberapa musim ini. Gol-gol Icardi selama di Inter mencapai 110 gol! Mantan Direktur Olahraga Verona itu menganggap barter itu hanya memberi keuntungan bagi Juve. ”Saya tak yakin Inter menganggap Dybala bisa menjadi solusi ideal begitu kehilangan Icardi,” kata pencetak gol terbanyak Serie A pada 2005 – 2006 dan 2014 – 2015 itu.

Allenatore Juve Massimiliano Allegri tak terjebak dalam rumor yang selalu menghubung-hubungkan skuadnya dengan Icardi. ”Yang saya tahu, Mauro pemain yang luar biasa dan sering menjadi pencetak gol ketika berhadapan dengan kami,” ungkap Allegri, pada konferensi pers di  Vinovo, kamp latihan Juve, tadi malam WIB.

Dalam dua musim terakhir,  Icardi selalu sukses menjebol  gawang Juve ketika laga berlangsung di Giuseppe Meazza. Overall, dia telah mencetak delapan gol ke gawang Juve sepanjang karirnya. ”Kami akan coba melimitasinya. Dia takkan lebih baik dari kami,” imbuh Allegri, dikutip Corriere dello Sport. (jpg/ibm/ags)