Interchange Cikande Dibuka, Titik Kemacetan di Serang Timur Diklaim Berkurang

0
347
Suasana simpang susun Tol Cikande usai peresmian, Kabupaten Serang, Rabu (2/5).

SERANG – Mulai dioperasikannya interchange di Jalan Raya Serang-Jakarta, Desa Julang, Kecamatan Cikande diklaim menuai dampak signifikan pada arus lalu lintas di Serang Timur. Titik kemacetan semakin berkurang dan akses mobilisasi masyarakat juga semakin cepat.

Sekadar diketahui, jalan simpang susun tol Tangerang-Merak itu mulai dioperasikan usai diresmikan Wakil Gubernur Banten Andika Hazrumy didampingi Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah, Rabu (2/5). Camat Cikande Ajat Sudrajat mengungkapkan, sedikitnya ada tujuh lokasi macet di Serang Timur. Mulai dari gerbang Tol Ciujung, Pasar Kragilan, Jembatan Ciujung, pintu masuk PT Nikomas Gemilang, pertigaan Gorda, pintu masuk PT Parkland World Indonesia (PWI), serta pertigaan Ambon, Cikande. “Sebelumnya ketujuh titik itu langganan macet,” ungkapnya melalui sambungan telepon seluler, Kamis (3/5).

Setelah exit tol interchange dioperasikan, diklaim Ajat, lokasi kemacetan di wilayah Serang Timur sudah mulai terurai. Saat ini, dari tujuh lokasi macet di Serang Timur tinggal menyisakan dua lokasi yang masih kondisi macet. “Sudah mulai terurai, tidak separah sebelumnya. Paling yang macet itu di PWI sama pertigaan Ambon saja,” katanya.

Ajat menilai, keberadaan interchange berpengaruh pada sejumlah perusahaan di Kecamatan Jayanti, Kabupaten Tangerang. Kendaraan milik perusahaan lebih memilih mengakses gerbang tol interchange Cikande ketimbang gerbang tol Balaraja karena pertimbangan jarak. “Jaraknya lebih dekat, otomatis kemacetan ke arah Balaraja juga terurai,” ujarnya.

Selain itu, kata Ajat, pengoperasian interchange mempengaruhi akses mobilisasi masyarakat yang saat ini dinilai semakin lancar. Jika sebelumnya waktu tempuh akses Cikande-Serang menghabiskan waktu hingga satu jam, saat ini sudah bisa ditempuh hanya 25 menit. “Saya rasa masyarakat sangat menyambut baik adanya interchange ini,” ucapnya.

Hal senada disampaikan salah seorang warga Cikande Ahyarudin. Sejak dibukanya gerbang tol Cikande, banyak kendaraan menggunakan exit tol Tangerang-Merak tersebut. “Sudah banyak kendaraan pribadi dan perusahaan yang pakai gerbang tol Cikande. Saya juga lewat situ (interchange-red) lancar-lancar saja,” akunya.

Menurut Ahyarudin, saat ini dampak interchange baru dirasakan bisa mengurai kemacetan, belum menyentuh pertumbuhan ekonomi dan sosial masyarakat. “Harapan saya perekonomian masyarakat juga lebih meningkat lagi,” harapnya.

Terkait itu, Humas PT Marga Mandala Sakti (MMS) Indah Purnamasari mengaku, pihaknya belum menerima keluhan sejak interchange dioperasikan. “Sampai saat ini (kemarin sore-red) lancar-lancar saja, tidak ada kendala,” tegasnya.

Indah mengklaim, sudah banyak pengendara menggunakan gerbang tol interchange Cikande. Sayangnya, Indah belum bisa menyebutkan jumlah kendaraan yang keluar masuk menggunakan gerbang tol Cikande. “Belum bisa dihitung karena belum 24 jam. Besok siang (hari ini-red) baru bisa,” katanya.

Indah mengaku, pihaknya terus melakukan pengawasan pada jalan simpang susun yang merupakan hibah dari Pemkab Serang tersebut. Menurutnya, gerbang tol Cikande menjadi satu kesatuan dari pengelolaan jalan tol Tangerang-Merak. (Rozak/RBG)