Investor Wajib Buat Laporan Kegiatan Penanaman Modal

0
1.529 views

SERANG – Setiap penanam modal atau investor berkewajiban membuat laporan tentang kegiatan penanaman modalnya melalui Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM) yang saat ini sudah dipermudah oleh sistem berbasis online.

Kabid Pengendalian Penanaman Modal pada Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Banten Ikhsan Budiantara menjelaskan, LKPM ditujukan untuk memantau realisasi investasi dan produksi yang mencakup kegiatan penanaman modal yang dilakukan perusahaan di setiap lokasi dan bidang usaha investasi. Pada 2017, Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) RI sudah menyiapkan aplikasi LKPM Online yang siap diterapkan di setiap wilayah termasuk di Banten.

“Kita ingin mengajak partisipasi dari setiap perusahaan dalam menyampaikan laporan penanaman modal secara tertib. Untuk peserta dari perusahaan yang meliputi kawasan perdagangan dan pergudangan di area Soeta (Soekarno-Hatta) diarahkan untuk mengakses sekaligus menggunakan LKPM Online dan izin prinsip perusahaan,” ungkapnya, Jumat (28/7).

Dikatakan Ikhsan, saat ini pemerintah sudah mewajibkan bagi PMA/PMDN di kabupaten/kota untuk menyampaikan laporannya menggunakan LKPM Online yang akan memberikan kemudahan bagi investor yang sebelumnya masih menggunakan hardcopy pelaporan.

“Kegiatan LKPM Online akan tersampaikan sekaligus ke instansi diantaranya DPMPTSP kabupaten/kota, DPMPTSP provinsi dan BKPM RI sehingga menjadi lebih praktis, cepat dan efisien,” ujarnya.

Pertemuan yang melibatkan perwakilan perusahaan di area Soeta tersebut juga merupakan upaya dalam menyampaikan informasi terkait tentang partisipasi dan penggunaan LKPM secara baik dan benar.

“Prinsip dari pemerintah pusat maupun daerah yaitu mempermudah layanan yang akan meningkatkan iklim investasi yang kondusif di Provinsi Banten,” jelas Ikhsan.

Sementara itu, Sub Direktorat Wilayah Banten dan Jawa Tengah BKPM RI Sandria Yolanda menjelaskan, LKPM merupakan sarana penghubung dan komunikasi investor dengan pemerintah yang berupa dokumen LKPM baik dari sisi bidang usaha maupun lokasi.

“BKPM RI sudah menyosialisasikan LKPM Online ke seluruh wilayah di Indonesia dan media yang diharapkan bisa berjalan optimal,” katanya.

Ia mengatakan, jangka waktu Pelaporan Perusahaaan yang telah mendapat Pendaftaran Penanaman Modal dan/atau Izin Prinsip Penanaman Modal dan/atau persetujuan penanaman modal dan/atau Izin Usaha wajib menyampaikan LKPM secara berkala dan sesuai dengan investasi yang dilakukan. LKPM online juaga disiapkan sebagai langkah untuk mengupdate masukan investasi baik yang akan, sedang maupun sudah berjalan.

“Dengan sosialisasi LKPM ini diharapkan ada komunikasi lanjutan antara pengusaha dan pemerintah, sehingga data investasi akurat, dan dapat dilaporkan pemerintah daerah kepada pemerintah pusat melalui Badan Koordinasi Penanaman Modal,” tambahnya. (Bayu Mulyana/coffeandchococake@gmail.com)