Irna Ajak Warga Lakukan Pola Hidup Sehat

PANDEGLANG – Bupati Irna Narulita mengajak kepada semua lapisan masyarakat agar terus melakukan pola hidup sehat. Tindakan itu, kata dia, harus dilakukan agar terhindar dari berbagai ancaman penyakit tidak menular, khususnya stunting atau gizi buruk akut.

Menurut Irna, Kabupaten Pandeglang menjadi daerah paling banyak penderita stunting, yakni mencapai 8.000 kasus. Penyakit yang biasa menyerang anak balita itu terjadi karena pemberian gizi terhadap anak kurang.

“Harus kita sadari anak kita yang kena stunting akibat pemberian gizi kurang baik selama seribu hari lahir ada 8.000 orang. Ada yang sudah empat tahun dan tidak bisa diobati, dan ini harus kita selesaikan,” katanya di acara peringatan hari kesehatan nasional di Alun-alun Berkah Pandeglang, Senin (30/12).

Hadir di acara tersebut, Sekretaris Daerah (Sekda) Pemkab Pandeglang Pery Hasanudin, Asda Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Pemkesra) Ramadani, Asda Bidang Ekonomi Pembangunan (Ekbang) Indah Dinarsiani, Asda Bidang Administrasi Umum (Adum) Kurnia Satriawan, para kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan pegawai puskesmas se Kabupaten Pandeglang.

Irna mengaku, Pemkab Pandeglang melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) dan OPD terkait telah melakukan tindakan cepat dalam upaya mengatasi persoalan stunting tersebut, di antaranya dengan memberikan bantuan gizi di sepuluh desa di enam kecamatan. “Dalam kurun waktu 2019 kita melakukan intervensi di sepuluh desa di enam kecamatan. Alhamdulillah, baru 415 anak kita selamatkan. Ada asupan dari makanan tambahan berupa susu, telur untuk membantu proses penyembuhan dan pencegahan stunting,” katanya.

Irna berjanji, akan terus melakukan berbagai upaya, agar jumlah anak penderita stunting di Pandeglang dapat diselamatkan. Caranya, kata dia, dengan terus berkomunikasi dengan Pemprov Banten dan Pemerintah Pusat agar bisa memberikan bantuan penanganan penyakit yang menyebabkan tinggi badan tidak bertumbuh. “Masih ada 7500 anak belum kita sentuh secara massif dan ini menjadi perhatian khusus kita. Kami akan terus bergerak untuk menyelamatkan anak-anak kita yang terkena penyakit stunting,” katanya.

Irna mengucapkan terima kasih kepada para tenaga media yang terus memberikan bantuan penanganan terhadap penderita stunting di Pandeglang, terutama dalam menekan angka kematian ibu dan bayi. “Mencegah lebik baik dari pada mengobati, apalagi bidan desa luar biasa sudah hampir 3,5 tahun para bidan terus berkoordinasi SPOG untuk menyelamatkan bayi dan ibu saat melahirkan,” katanya.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Pandeglang Raden Dewi Setiani mengatakan, kampanye pencegahan dan penanggulangan stunting dapat dilakukan dengan beberapa program yaitu, mengedukasi masyarakat dan optimalisasi intervensi sejak 1000 hari pertama kelahiran bayi. “Mengedukasi masyarakat sangat penting agar memahami pentingnya hidup sehat, dan imunisasi dasar lengkap terus dilakukan di setiap desa dan kelurahan,” katanya. (dib/zis)