Irna: Saya Salut Warga Bandung Masuk BPJS Ketenagakerjaan Secara Mandiri

0
3669

PANDEGLANG – Bupati Pandeglang Irna Narulita memuji warga Desa Bandung, Kecamatan Banjar, Kabupaten Pandeglang yang secara mandiri mendaftarkan diri sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan (BPJAMSOSTEK) untuk melindungi dirinya dari risiko kerja.

“Saya salut dengan kemauan sendiri warga Bandung masuk asuransi yang dikelola BPJS Ketenagakerjaan. Berarti warga memiliki kesadaran sendiri terhadap tanggungjawab terhadap risiko yang dihadapi selama menjalankan pekerjaan,” ungkap Irna pada video yang dikirim BPJS Ketenagakerjaan Cabang Serang.

Irna mengungkapkan hal tersebut saat memberikan sambutan pada peresmian Desa Tangguh Covid-19 di Desa Bandung, Kecamatan Banjar, Kamis (8/7). Hadir pada acara itu Kapolres, Dandim, Kajari, Ketua Pengadilan Negeri Kabupaten Pandeglang, dan Kepala BPJAMSOSTEK Cabang Serang Raya Didin Haryono.

Menurut Irna, nyawa memang yang menentukan Allah SWT, namun manusia dianjurkan untuk selalu berdoa dan ikhtiar dalam menghadapi maut tersebut.  Salah satunya dengan mendaftarkan diri sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan, yang iuranny hanya Rp16.800 per bulan.

Pada kesempatan itu, Irna menyerahkan santunan kematian kepada ahliwaris ketua RW yang meninggal dunia karena sakit sebesar Rp42 juta. Ketua RW tersebut berhak menerima santunan karena sudah terdaftar sebagai peserta dengan mengambil program Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM).

Selain itu dilakukan penyerahan kartu kepesertaan secara simbolis untuk 256 peserta mandiri di Desa Bandung oleh Kapolres, Dandim, Kajari, dan Ketua Pengadilan Kabupaten Pandeglang.

Irna menyampaikan terima kasih kepada Kepala BPJAMSOSTEK Cabang Serang Raya Didin Haryono yang memberikan santunan kepada ahli waris ketua RW.

Kepala BPJAMSOSTEK Cabang Serang Raya Didin Haryono berharap keikutsertaan warga Bandung secara mandiri tersebut dapat diadopsi oleh desa-desa lainnya sehingga masalah tanggung jawab sosial dapat dilakukan secara maksimal.

“BPJS Ketenagakerjaan ini tidak hanya diperuntukkan bagi pekerja formal saja, tetapi juga pekerja informal dan tenaga kerja rentan risiko kecelakaan seperti petani, nelayan, pedagang kecil dan aparat desa non ASN, sehingga berharap seluruh pekerja informal terdaftar sebagai peserta,” kata Didin.

Sementara itu, berdasarkan data BPJAMSOSTEK Cabang Serang Raya, saat ini warga Pandeglang yang terdaftar sebagai peserta jaminan sosial ketenagakerjaan sebanyak 28.130 orang
Adapu  jumlah peserta yang sudah meninggal dunia sebanyak 200 orang. Jumlah klaim santunan yang dibayarkan Rp 7.476.000.000 dan umlah klaim dalam proses pembayaran Rp. 924.000.000. (aas)