Irna Tinggalkan Demokrat

0
1.550 views

SERANG – Ketua DPD Partai Demokrat Provinsi Banten Iti Octavia Jayabaya tidak mempermasalahkan keputusan Irna Narulita (Bupati Pandeglang) meninggalkan Partai Demokrat, jelang pilkada serentak 2020.

Menurut Iti, keputusan Irna meninggalkan Partai Demokrat merupakan pilihan politik pribadi. Oleh karena itu, ia menghormati pilihan politik mantan rekannya tersebut. “Itu hak politik pribadi Bu Irna. Saya tidak ingin menanggapi ke situ. Bu Irna yang punya pandangan, kita harus hormati,” kata Iti kepada wartawan usai pemaparan visi-misi bakal calon bupati/wakil bupati Kabupaten Serang yang mendaftar ke Demokrat, di salah satu hotel di Kota Serang, Jumat (28/2).

Bupati Lebak ini menambahkan, dirinya tidak merasa kecewa dengan kepergian Irna dari partai yang dipimpinnya. “Sekali lagi itu sebuah pilihan, seperti keluarga saya kan PDIP semua, tapi saya pilih Demokrat. Itu sebuah pilihan pribadi politik masing-masing. Jadi Demokrat tidak akan mengekang hak politik orang,” tegasnya.

Terkait pilihan Irna bergabung dengan PDIP, Iti mengaku bukan urusan Demokrat lagi. “Partai politik mana yang Bu Irna pilih, di situlah dia merasa nyaman berdiri,” ungkap Iti.

Terpisah, Ketua Bappilu DPD PDIP Banten Muhlis membenarkan bila Irna Narulita telah bergabung dengan PDIP selepas keluar dari Partai Demokrat. “Bu Irna sekarang jadi kader PDIP. Proses menjadi anggotanya di DPC PDIP Pandeglang awal 2020 lalu,” kata Muhlis saat dikonfirmasi Radar Banten melalui sambungan telepon.

Muhlis menambahkan, bergabungnya Irna ke PDIP menambah kepercayaan partainya menghadapi Pilkada 2020. “Terlebih DPP PDIP telah memutuskan untuk mengusung Irna-Tanto di Pilkada Kabupaten Pandeglang,” tuturnya.

Senada, Sekretaris DPD PDIP Banten Asep Rahmatullah menegaskan, Irna telah memiliki kartu tanda anggota (KTA) yang dikeluarkan oleh DPC PDIP Kabupaten Pandeglang. “Semua kader PDIP wajib memiliki KTA, dan Bu Irna telah memilikinya,” ungkapnya.

Asep pun menyambut baik keputusan Irna bergabung dengan PDIP jelang pilkada 2020. “Kita partai terbuka, partai modern, partai pelopor. Jadi silakan yang mau menjadi kader mendaftar,” katanya.

Mantan ketua DPRD Banten ini menambahkan, salah satu alasan DPP merekomendasikan Irna-Tanto sebagai calon bupati dan calon wakil bupati Pandeglang yang akan diusung PDIP, lantaran Irna telah menjadi kader partai. “Kalau tidak percaya, silakan konfirmasi langsung ke Bu Irna,” tegas Asep.

Sebelumnya, Irna Narulita masih enggan mengakui bila dirinya telah keluar dari Demokrat dan memilih PDIP. “Saya berterima kasih pada DPP PAN dan PDIP yang telah merekomendasikan saya untuk maju kembali di Pilkada Kabupaten Pandeglang sebagai calon bupati. Bahkan PDIP telah memutuskan saya berpasangan dengan Pak Tanto W Arban,” kata Irna kepada wartawan usai menerima rekomendasi dukungan dari DPP PAN di Kantor DPW PAN Banten beberapa waktu lalu.

Terkait bergabungnya ke PDIP, Irna pun mencoba merahasiakannya dari awak media. “Saya ikut penjaringan sebagai calon bupati hampir di semua partai, termasuk di Demokrat dan PDIP. Jadi kita lihat saja nanti,” ungkapnya. (den/air/ags)