Camat Purwakarta, Kota Cilegon, Baluqia Ikbal

CILEGON – Ketiadaan trayek angkutan perkotaan (angkot) yang melintas di Kecamatan Purwakarta, Kota Cilegon dikeluhkan oleh masyarakat setempat. Camat Purwakarta, Baluqia Ikbal mengatakan, kondisi itu memaksa warganya untuk menggunakan jasa transportasi lain, seperti ojeg, dengan beban biaya yang lebih tinggi.

Tak sebatas itu saja, pihaknya bahkan melihat persoalan itu telah turut memicu lambannya laju pertumbuhan perekonomian di daerah tersebut. “Kami sempat mengkomunikasikan hal itu (pengadaan trayek) dengan Dishub (Dinas Perhubungan), tapi sudah lama sekali. Cuma belum ada respon lebih lanjut,” ujarnya, Sabtu (29/1/2016).

Ketiadaan trayek angkot di Purwakarta tergolong ironis. Pasalnya, lanjut dia, berdasarkan geografis Kecamatan Purwakarta merupakan sentral aktivitas pemerintahan, seperti Kantor Walikota, Mapolres dan Kodim 0623 Cilegon yang notabene masuk dalam wilayahnya. “Disini (Purwakarta) malah ada tujuh sekolah setingkat SMA, belum lagi ada pasar Tegal Bunder, tapi ya ironis, tidak ada akses angkot sama sekali,” katanya.

Terpisah, Kepala Dishub Kota Cilegon, Dana Sujaksani membenarkan ketiadaan trayek angkot yang melintas di Kecamatan Purwakarta saat ini. Namun demikian, menurutnya Dishub pernah memberlakukan trayek di wilayah tersebut. “Kita pernah masukkan trayek (angkot) di Purwakarta tahun 2013 lalu. Cuma hanya bertahan dua minggu saja. Soalnya banyak sopir angkot yang ngga mau lagi, sebab penumpang itu adanya pada jam tertentu saja, pagi dan siang hari. Belum lagi banyak pelajar juga yang bawa motor, akhirnya sopir angkot mengaku rugi,” ungkap Dana.

Ia mengaku dapat memaklumi sikap sopir angkot. Mengingat Purwakarta juga bukan merupakan wilayah yang tergolong padat pemukiman penduduk. Ia menambahkan, bila masyarakat kembali meminta adanya trayek angkot, hal itu akan menjadi bahan pertimbangan pihaknya untuk direalisasikan. “Nanti kita coba lagi, kalau memang permintaannya seperti itu. Kita akan terapkan angkot trayek Cilegon – Bojonegara,” tandasnya. (Devi Krisna)