Isak Tangis Sambut Kedatangan Jamaah Haji

LEBAK – Sebanyak 381 orang jamaah haji kelompok terbang (kloter) 53 tiba di Kabupaten Lebak, Selasa (10/9) pukul 16.25 WIB. Isak tangis mengiringi penyambutan kedatangan ratusan jamaah tersebut. Terlebih, ada empat orang jamaah haji asal Lebak dari kloter tersebut yang meninggal dunia di Mekkah saat mengikuti rangkaian ibadah haji.

Kemarin sore, bus berisi ratusan jamaah dan petugas haji tiba di Alun-alun Rangkasbitung. Bus-bus tersebut kemudian masuk melalui pintu gerbang bagian timur gedung pendopo Pemkab Lebak.

Sementara, keluarga jamaah haji telah menunggu di depan pintu gerbang pendopo. Mereka dijaga anggota kepolisian dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) agar tidak masuk ke halaman gedung pendopo.

Banyaknya warga yang menyambut, tentu saja membuat para petugas kewalahan. Sehingga, mereka mampu masuk ke dalam halaman gedung pendopo dan mencari anggota keluarganya yang baru pulang haji. Setelahnya bertemu, terdengar tangis bahagia mereka, karena bisa berkumpul kembali dengan keluarganya yang sudah pulang berhaji.

Aris Salman, jamaah haji asal Lebak mengaku bahagia bisa melaksanakan ibadah haji dengan lancar dan pulang ke tanah air dengan selamat. “Tentu bahagia, karena saya meninggalkan keluarga untuk melaksanakan ibadah haji lebih dari sebulan. Sekarang saya bisa kumpul kembali dengan keluarga di sini,” kata Aris kepada Radar Banten, Selasa (10/9).

Dikatakannya, empat jamaah haji kloter 53 meninggal dunia dan dimakamkan di Arab Saudi. “Pelaksanaan ibadah haji yang diselenggarakan Kementerian Agama sudah cukup baik. Karena itu, kami apresiasi kerja keras pemerintah dalam memberikan pelayanan berkualitas kepada jamaah haji asal Indonesia,” katanya.

Ketua Kloter 53 Asep Madhuri membenarkan, empat orang jamaah haji asal Lebak dari kloter 53 meninggal dunia di Arab Saudi.

Dengan rincian, tiga jemaah meninggal dunia di Makkah, sedangkan satu orang meninggal dunia di Madinah. Mereka adalah, Udi Wahyudi Sai, Siti Khodijah, Ali Nuhri, dan Asep bin Aliman. “Mereka meninggal dunia akibat sakit dan sempat mendapatkan perawatan medis di rumah sakit di sana,” katanya.

Sementara itu, Kepala Kemenag Lebak Ahmad Tohawi menerangkan, jamaah haji asal Lebak dijemput dari Pondok Gede ke Rangkasbitung. Kemudian, dari pendopo, para jemaah baru dibolehkan pulang ke rumahnya masing-masing.

“Terkait pelayanan haji, para jamaah mengapresiasi pelayanan yang kami berikan. Tapi, kami tetap akan lakukan evaluasi dan perbaikan-perbaikan agar pelayanan makin berkualitas,” katanya. (tur/zis)