Iseng Berujung Penjara, Tukang Ojek Terciduk Gara-gara Togel

0
133

SERANG – Keisengan Jahawi menjadi penagih sekaligus pemasang judi togel membawanya merasakan dinginnya lantai penjara. Polisi pun mengamankan tukang ojek di Pasar Kemis, Kabupaten Tangerang, tersebut bersama dua temannya, Yahya yang berperan sebagai pengecer dan Agus Sugianto yang berperan sebagai perekap.

Kepada awak media Jahawi menuturkan, baru dua minggu dirinya melakukan aktivitas judi togel tersebut. Pria yang juga bekerja sebagai kuli bongkar muatan di salah satu pabrik di Kabupaten Tangerang, tersebut mengaku iseng sekaligus mencari tambahan penghasilan.

“Dari ngojek kadang dapat (penghasilan) kadang enggak, enggak nentu, gimana ada penumpang aja,” ujar Jahawi di Mapolda Banten, Senin (2/10).

Sebetulnya, untuk sekadar makan, penghasilan dari mengojek dan bongkar muatan sudah mencukupi. Namun terpenuhi kebutuhan makan saja dinilai tidak cukup bagi Jahawi.

“Kalau masang juga gak gede, paling Rp 5 ribu,” kata Jahawi sambil tertunduk.

Jahawi pun mengaku menyesal atas keisengannya ikut-ikutan judi togel. Bukan tambahan penghasilan, borgol polisi yang menempel di kedua tangan yang didapat.

Sementara itu, Kasubdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Banten AKBP Sofwan Hermanto menjelaskan, pengamanan kepada para tersangka judi togel tersebut berawal dari laporan masyarakat Pasar Kemis, Kabupaten Tangerang.

“Pada hari Sabtu, 23 September 2017 sekitar jam 14.30 WIB, tim Resmob Ditreskrimum Polda Banten mendapatkan informasi dari sumber yang dapat dipercaya atau masyarakat tentang maraknya perjudian togel di wilayah hukum Polda Banten tepatnya di Pasar Kemis Kabupaten Tangerang,” ujar Sofwan saat ekspose kepada awak media hari ini.

Berbekal informasi dari sumber tersebut, Tim Resmob Ditreskrimum Polda Banten melakukan penyelidikan di lokasi dan identitas pelaku.

Upaya tersebut tidak sia-sia, di hari yang sama, sekitar jam 15.30 di Kampung Pasir Awi, Desa Suka Asih, Kecamatan Pasar Kemis, Kabupaten Tangerang, Tim berhasil mengamankan ketiga tersangka dengan barang bukti uang Rp 289 ribu, tiga buah handphone, satu bundel kupon berisi rekapan nomor judi togel.

Ketiganya pun langsung digelandang ke Kantor Ditreskrimum Polda Banten untuk dilakukan proses hukum lebih lanjut.

Selain mengamankan ketiga tersangka, di hari yang sama, petugas pun mengamankan tiga tersangka lainnya di dua lokasi yang berbeda. Pertama, selang setengah jam dari penangkapan Jahawi dan kawan-kawan, petugas mengamankan Jiman Sihotang di sebuah warung di Jalan Raya Pasar Kemis KM. 8, Kecamatan Pasar Kemis, Kabupaten Tangerang.

Jiman diketahui sebagai pemasang. Bersamanya petugas mengamankan satu unit handphone dan uang tunai sebesar Rp 80 ribu.

Dua tersangka lainnya yaitu Sukara dan Ahmad diamankan di sebuah rumah kontrakan di Kampung Sawangan, Kelurahan Panongan, Kecamatan Panongan, Kabupaten Tangerang. Sukara diketahui berperan sebagai penagih sedangkan Ahmad sebagai perekap.

“Bersama tersangka petugas mengamankan 49 rekapan, empat bundel buku rekapan, 11 lembar tafsir mimpi, satu buah kalkulator, tiga buah smartphone, tiga buah kupon togel, lima buah ballpoint, satu buah spidol warna merah, satu buah hekter, dan uang tunai Rp 1.063.000,” paparnya.

Sofwan mengungkapkan, saat ini pihaknya sedang melakukan penertiban kebiasaan judi. Untuk menertibkan tindak pidana perjudian tidak mudah. “Seperti memangkas gunung es, hanya atasnya saja. Paling tidak ada hal yang kita lakukan. Kita masih melakukan pendalaman dan menggali informasi dari pelaku judi yang sudah diamankan,” katanya.

Para tersangka yang sudah diamankan melanggar Pasal 303 KUHPidana Jo UU RI Nomor 7 Tahun 1974 tentang Penertiban Perjudian, dengan ancaman hukuman 10 tahun penjara. (Bayu Mulyana/coffeandchococake@gmail.com)