Istighotsah Kubro dari Banten untuk Indonesia

Ma’ruf Amin foto bersama ratusan ulama di Banten usai acara istighotsah kubro di Padepokan Silat Banten, Kecamatan Padarincang, Senin (21/1).
Doakan Kesuksesan Pemilu dan Korban Tsunami

SERANG –  Padepokan Silat Banten menggelar kegiatan istighotsah kubro bertema ‘Dari Banten untuk Indonesia’ di Padepokan Silat Banten, Desa Cisaat, Kecamatan Padarincang, Senin (21/1). Acara dihadiri calon wakil presiden nomor urut 01 KH Ma’ruf Amin. Turut hadir Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Rais Aam, Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Provinsi Banten Bunyamin, sejumlah ulama, santri, dan ribuan warga.

Dalam kesempatan itu, sebelum istighotsah, Ma’ruf Amin memberikan ceramah tentang kebangsaan. Kedatangan Ma’ruf Amin dikawal ketat aparat kepolisian. Dalam ceramahnya, Ma’ruf berpesan kepada santri agar optimistis menatap masa depan. Menurut Ma’ruf, santri mempunyai peran penting sejak awal kemerdekaan hingga saat ini. “Setelah Indonesia merdeka, penjajah datang kembali, kemudian para santri di bawah pimpinan KH Hasyim Asy’ari mengusir para penjajah,” tuturnya.

Ma’ruf Amin berfoto bersama sejumlah tokoh agama di Banten.

Menurutnya, santri saat ini dapat bersaing di dunia profesional. Hal itu dibuktikan dengan banyaknya tokoh nasional yang berlatar belakang santri. “Santri bisa jadi menteri, bisa jadi wakil presiden, bahkan Gus Dur (menyebut mantan presiden KH Abdurrahmad Wahid-red) juga santri,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua Pelaksana Istighotsah Kubro Muhyidin Arif mengungkapkan, istighotsah dihadiri 9.000 jamaah. Terdiri atas ulama, santri, dan warga setempat. “Alhamdulillah meskipun kondisinya hujan undangan antusias datang,” katanya.

Dijelaskan Muhyidin, kegiatan istighotsah selain berdoa untuk kesuksesan Pemilu 2019, juga untuk mendoakan korban tsunami Selat Sunda pada Desember 2018. “Kita berdoa semoga bangsa ini senantiasa diberikan keselamatan,” ucapnya. (ADVERTORIAL)

Ma’ruf Amin mengalungkan serban kepada sejumlah tokoh agama.