Istri Malas, Adik Ipar Digibas

Entah nyata atau karangan semata, Udin (42), nama samaran, mengaku sempat menjalani rumah tangga yang tidak harmonis hingga bercerai gara-gara mantan istri, sebut saja Odah (42). Odah memiliki sifat malas dan kasar. Lantaran itu, lepas dari Odah, Udin yang bertubuh gempal itu kepincut saudara iparnya. Yassalam. Ini gara-gara sikap istri apa mata keranjang ya? Penasaran kan, simak aja yuk ceritanya!. 

Dulunya Udin memilih Odah untuk menjadi pasangannya karena mempunyai fisik yang cantik, kulitnya putih mulus, serta sifatnya yang baik dan ramah, belum tahu sifat aslinya.

Ditemui Radar Banten di Kecamatan Pontang, Udin yang siang itu terlihat sibuk mengatur pekerja mengangkut bata, meluangkan waktu bercerita kisah rumah tangganya di masa lalu. Hari itu Udin memang kebetulan ingin mencurahkan isi hatinya agar hati dan pikirannya tenang. Prahara rumah tangga Udin dan Odah terjadi lima tahun lalu. Katanya, Odah masih menyimpan dendam terhadapnya karena dianggap telah berkhianat dengan menikahi saudari istri. “Padahal perceraian terjadi karena salah Odah enggak pernah nurut dan menghargai saya,” kilahnya. Ah masa, bukan karena rumput tetangga lebih hijau ya!

Pertemuannya dengan Odah terjadi di sebuah wahana ekstrem pada acara pasar malam di kampung halaman. Udin saat itu tak sengaja melihat sosok Odah yang cukup menarik perhatian banyak orang. Tak kuat menahan rasa, Udin langsung mendekati Odah untuk mengajak berkenalan. Odah pun menyambutnya dengan hangat. Wajar, Udin juga orangnya ganteng saat masih muda. Keduanya pun langsung jatuh cinta pada pandangan pertama.

Sejak pertemuan itu dan bertukar nomor telepon, keduanya semakin intens berkomunikasi, dari saling SMS sampai telepon-teleponan setiap malam. Udin pun semakin mantap untuk mendapatkan hati Odah. “Dia (Odah-red) dulu orangnya baik dan enggak jaim (jaga image-red) kalau ngobrol,” kenang Udin. Biasa, namanya juga baru pendekatan Bang.

Untungnya Udin bernasib baik karena terlahir dari kalangan keluarga berada. Ayahnya pengusaha material, sedangkan ibunya berbisnis kuliner. Tentu saja, Udin punya banyak modal dong buat sekadar pacaran. Tiga bulan menjalani pendekatan, Udin mulai memberanikan diri untuk menjalani pacaran dengan Odah. Namun, bukan tanpa perjuangan mendapatkan hati Odah, Udin banyak saingan, tak sedikit pria mapan yang ingin melamar Odah kala itu. Tidak mau kehilangan, Udin nekat mengajak kedua orangtuanya untuk melamar Odah berkat saran temannya. “Saya langsung bawa keluarga ke rumah dia. Nekat saya mah orangnya,” akunya. Bukan nekat itu Bang, tapi udah enggak tahan.

Namun, tindakan Udin itu malah disambut baik keluarga sang Odah. Tak sampai dua pekan, keduanya menuju pelaminan. Resepsi pernikahan pun berlangsung cukup meriah. “Keluarga dia (Odah-red) enggak mau nunggu yang enggak pasti. Makanya, mereka terima lamaran saya,” ujarnya. Matre kali Bang.

Mengawali rumah tangga, sementara waktu keduanya tinggal di rumah keluarga mempelai pria. Awalnya Odah masih bersikap baik, lembut, dan tampak malu-malu.

Lain dengan Udin yang cenderung langsung bertingkah selengean serasa menjadi juara bisa menaklukkan hati sang betina. Udin bahkan tak malu pamer kemesraan di hadapan keluarga. Rumah tangga mereka pun berjalan harmonis. Soal urusan ranjang jangan ditanya. Gaya Udin pokoknya memuaskanlah. Ngakunya sih begitu. “Desahannya enggak nahan,” guyonnya cengengesan.

Mereka baru dikaruniai anak dua tahun kemudian dan tinggal di rumah pribadi. Udin pun mulai bekarir membuka usaha toko material. Namun, seiring ekonomi Udin semakin meningkat, justru merubah sifat Odah yang semakin malas-malasan, manja, dan mulai berani membantah keinginan suami. Atas kondisi itu, tak jarang membuat keduanya terlibat perselisihan. Maklum, Udin setiap hari gerah melihat cucian baju yang selalu menumpuk, tiap hari Odah makan makanan junk food, hura-hura, dan ogah-ogahan di rumah, Odah juga jadi jarang masak.

“Dia sudah enggak mau lagi beres-beres rumah. Padahal dulunya rajin,” keluhnya. Ada masanya Bang.

Emosi Udin semakin meluap karena semakin hari sifat Odah semakin menjadi di rumah. Dia jadi sering melawan dan tidak lagi menuruti apa kata suami. Astaga. Sejak itu hubungan mereka merenggang. Hampir setiap hari di rumah cekcok karena sikap Odah yang enggak mau berubah.      Karena jarang ada masakan di rumah, suatu hari orangtua Odah menyuruh adik sepupu Odah, sebut saja Asri, mengantar makanan ke rumah. Adik sepupu Odah sengaja datang dari kampung untuk bantu-bantu memasak di rumah keluarga Odah. Usianya tak jauh dari Odah. Orangnya manis, bodinya juga bohai. Karena intens bertemu, lama-lama Udin pun mulai kepincut. Setiap Odah tak ada di rumah, Udin semakin banyak kesempatan untuk berkomunikasi dengan Asri. Tak jarang mereka meluangkan waktu berduaan untuk jalan-jalan dan saling curhat.

Merasa keduanya ada ketertarikan, Udin mulai beraksi menjadi ular berbisa mengeluarkan kata-kata gombal untuk merayu Asri. Rayuan maut sang buaya pun jitu. Asri mulai jatuh hati terhadap suami kakak sepupunya itu. Singkat cerita, mereka pun menjalani cinta terlarang. “Cara ngomongnya tuh lembut (merujuk ke Asri-red), sikapnya juga sopan, masakannya enak banget, saya jadi pengen ngawinin dia,” kata Udin. Leh, dasar buaya.

Sejak itu, Udin acuh terhadap istrinya dan mulai memperhatikan Asri setiap datang ke rumah. Odah yang merasa diacuhkan, mulai bertanya-tanya dengan sikap suami. Namun, saat ditanya Odah, Udin malah terang-terangan kalau dia tak suka dengan sifat Odah dan membanding-bandingkankannya dengan Asri.

Merasa tak terima, Odah geram dan mencari Asri untuk dimaki-maki karena dianggapnya sebagai penyebab keretakan rumah tangga. Keributan di antara keduanya tak terhindarkan setiap hari. Sebulan kemudian, Udin menceraikan Odah. Tak disangka, kedekatan yang sudah dijalin Udin dengan Asri malah menjadi bumerang. Udin yang berniat melamar Asri malah mendapat penolakan mentah-mentah. “Hilang deh ama dua-duanya,” sesalnya. Makanya Bang, jangan suka bermain api, panas kan. Yassalam. (mg06/zai/ira)