SERANG – Para istri pegawai negeri sipil (PNS) memiliki peran penting untuk mengingatkan suaminya agar tidak melakukan tindak pidana korupsi. Peran domestik ini dapat membantu secara efektif bagaimana korupsi dimulai dari rumah masing-masing keluarga PNS.

“Bahwa ibu-ibu (Dharma Qanita-red) itu Menjadi benteng terakhir para suami. Jadi harus mulai rewel (mengingatkan suami-red),” ujar Sekda Banten Kurdi Matin usai mengikuti pelantikan pengurus Dharma Wanita Provinsi Banten di Pendopo Gubernur Banten, Kawasan Pusat Pemerinrtahan Provinsi Banten, Curug, Kota Serang, Selasa (17/2/2015).

Kurdi mengatakan bahwa sebenarnya para istri PNS mengetahui penghasilan sang suami. “Mereka tau lah penghasilan suaminya. Nggak tahu kalau yang honorer yah,” kata Kurdi.

Ketika sang suami memberikan uang yang berlebih kepada istri, anjur Kurdi, istri bisa menanyakan dari mana uang tersebut didapatkan. “Mungkin disebut kurang sopan tapi harus dilakukan. Karena ketika diberi penghasilan yang tidak wajar nah ini mungkin akan berefek kurang baik,” paparnya.

Pada sisi ini, Kurdi menilai penting sekali peran para istri PNS untuk mengingatkan suaminya agar tidak mencari penghasilan di luar kewajaran. Lebih dari itu, istri PNS pun tidak boleh menuntut fasilitas berlebihan kepada suaminya. “Karena ini memberi ruang kepada suaminya untuk macam-macam,” ujar Kurdi.

Selain menjalankan peran domestik, istri PNS pun diharapkan dapat menjalankan peran publik. Peran publik ini dapat diterapkan dengan tidak berpenampilan berlebihan di tengah masyarakat. “Jangan ini mentang-mentang istri PNS, dandanannya sudah kayak pasar berjalan, semuanya dipakai,” tegasnya. (Wahyudin)