Istri Sandiaga Uno Batal Nyalon Walikota Tangsel

TANGERANG – Istri Sandiaga Salahuddin Uno, Nur Asia Uno dipastikan tak akan maju dalam Pilkada Kota Tangsel. Informasi itu didapat dari video akun instagram Sandiaga Uno yang diunggah, Rabu (9/10) sekira pukul 09.00 WIB.

Dalam video berdurasi 2 menit 12 detik tersebut, Sandiaga Uno bersama Mpok Nur (panggilan akrab Nur Asia Uno-red) mengatakan setelah dirinya berdiskusi, diputuskan Mpok Nur tidak maju dalam Pilkada Tangsel tahun depan.

“Bahwa setelah kita berdiskusi, setelah kita bertukar pikiran dan informasi, akhirnya kita memutuskan untuk akan fokus di kegiatan sosialnya Mpok Nur, dan tidak akan maju dalam Pilwalkot Tangsel. Jadi untuk para pendukung, para masyarakat yang menanti keputusan, hari ini kita sudah putuskan,” urainya

Setelah mengumumkan keputusan tak maju Pilwalkot Tangsel. Sandi menanyakan alasannya kepada istrinya. Lalu, Mpok Nur Asia menjawab ”Alasannya karena masih banyak anak-anak yang masih diurus, ya. Jadi saya harus fokus dengan bidang sosial saya, karena saya punya yayasan,” jelas Mpok Nur.

“Oia yayasan Abang Mpok Sahabat Anak (YAMSA), saya pakai setiap hari ini,” ucap Sandi menunjukkan gelang yang dipakainya.

Nur Asia menambahkan yayasan itu fokus mengurus anak-anak yang menjadi korban kekerasan dan tidak mendapatkan pendidikan layak. “Karena masih banyak sekali anak-anak Indonesia yang belum mendapatkan pendidikan yang layak dan kesehatan terutama. Jadi saya harus fokus,” tutup Mpok Nur.

Akhir video, Sandiaga menutup perbincangan. “Jadi, untuk seluruh netizen, the waiting is over (penantian berakhir). Kita sudah ambil keputusan. Terus semangat, maju terus sampai jumpa pada kegiatan-kegiatan YAMSA berikutnya,” tukasnya.

Terpisah, Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerindra Tangsel, Yudi Budi Wibowo menanggapinya dengan santai. “Ya, enggak apa-apa, bro,” ucapnya.

Ia menjelaskan sesuai dengan statement awal, bahwa Mpok Nur itu, salah satu nama yang muncul dari keinginan relawan ketika melakukan konsolidasi internal. Kemudian, semua hasil tersebut dilaporkan ke Dewan Pimpinan Pusat (DPP) dan DPD Provinsi. “Rekomendasi, arahan DPP dan DPD kepada kami adalah pembentukan desk Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) dan pembukaan pendaftaran bakal calon,” jelasnya.

“Yang rencana untuk Pilkada di Kota dan Kabupaten se-Banten akan dibuka terpusat di Kantor DPD Gerindra Provinsi Banten,” tambahnya.  (you/asp)