Istri Tak Suka ke Keluarga, Sabar Aja Dah

0
2068

Irpan (36), nama samaran, tak tahu harus bagaimana lagi menghadapi sikap istri tercinta, sebut saja Ajeng (35) yang sombong dan selalu tak suka terhadap keluarga suami. Tapi meski dibenci, Irpan mengaku rela menahan sabar demi rumah tangganya.

Ditemui Radar Banten di salah satu rumah makan di Kecamatan Kragilan, Jumat (16/7), Irpan baru selesai makan dan menyapa duluan dengan menawarkan kopi hitam. Ketika diajak mengobrol lebih lama, ia antusias dan menceritakan soal sifat istrinya.

Irpan sebenarnya sudah tak merasa aneh dengan sifat Ajeng yang sombong, soalnya istrinya itu memang berasal dari keluarga berada, bapaknya orang penting di perusahaan mobil di Kecamatan Cikande. Sedangkan Irpan, hanya bekerja sebagai karyawan biasa. “Istri saya mah dari mudanya juga penampilannya sudah modis,” katanya.

Berbeda dengan Irpan yang mengawali semuanya dari nol, karena ekonomi keluarga pas-pasan, gaya dan penampilannya juga biasa saja. Beruntung ia termasuk anak yang cerdas saat sekolah, jadi setelah lulus SMA, bisa langsung bekerja dan melanjutkan kursus mesin hingga bisa diangkat menjadi karyawan tetap. “Wah kalua saya mah merintis banget dari nol,” katanya.

Karena sikapnya yang baik, ramah dan pekerja keras, Irpan disukai banyak orang mulai dari rekan kerja sampai atasannya. Irpan dan Ajeng sendiri bertemu di tempat kursus bahasa Inggris, mereka kenal dekat, sering pulang bareng, hingga belajar bareng sambil jalan-jalan. “Karena udah saking deketnya, ya sudah deh jadian,” katanya.

 Saat diajak bertemu keluarga Irpan, terlihat sekali Ajeng tak begitu antusias. Ia hanya bersalaman, duduk sebentar, lalu langsung mengajak pulang. Padahal keluarga Irpan sangat ramah dan berharap bisa mengobrol lama dengan Ajeng, mereka pun kecewa dan mengingatkan Irpan. “Bahkan kakak saya mah enggak setuju, nyuruh saya cari calon istri yang lain,” katanya.

Tapi Irpan tak peduli, mungkin karena cintanya sudah kepalang besar terhadap Ajeng, niat baik mereka pun terus melaju hingga tahap pernikahan. Beruntungnya keluarga Ajeng juga tak mempermasalahkan soal latar belakang, asal Irpan punya pekerjaan jelas dan bertanggung jawab, pasti direstui. “Nikah deh kita, Alhamdulillah semuanya lancar,” kenang Irpan.

Di awal rumah tangga, tak ada yang aneh dengan kehidupan mereka. Ajeng yang memilih bekerja, tak dipermasalahkan oleh Irpan, mereka jadi sama-sama punya penghasilan untuk membeli rumah, bahkan kendaraan pribadi. Pokoknya soal ekonomi mah tak begitu sulit bagi keduanya. “Cuma kadang dia pulang tuh udah kecapean, jadi pas saya minta jatah, eh dianya ogah-ogahan,” keluhnya.

Tak heran jika tiga tahun setelah menikah mereka belum punya keturunan. Hal itu yang juga menjadi omongan bagi keluarga Irpan, bahkan sampai menyindir-nyindir Ajeng saat diajak silaturahmi ke sana. Akibatnya Ajeng jadi tak mau lagi datang, bertambah jeleklah kesan Ajeng di mata keluarga Irpan. “Saya coba nenangin dia, katanya sih dia enggak marah, cuma males datang ke rumah saya lagi aja,” katanya.

Setelah mereka berhasil melunasi cicilan rumah dan mobil, Ajeng memutuskan berhenti kerja dan fokus mengurus rumah serta suami. Kabar baik pun datang, mereka dikaruniai anak dan semakin harmonis. Tapi saat itu ibunda Irpan malah sakit-sakitan dan membutuhkan biaya. “Nah waktu itu saya enggak punya uang, tapi istri malah minta saya pake uang tabungan dia,” ujarnya. Sejak itulah Irpan sadar, meski banyak yang bilang istrinya sombong, tapi Ajeng punya hati yang baik dan tidak pendendam. Semoga langgeng ya Kang. Amin. (drp/air)