Istri Tomboi, Keluarga Sewot

Dalam berumah tangga, kita harus menerima segala kekurangan pasangan. Seperti Ical (34), nama samaran, yang menerima istrinya, sebut saja Yanti (33), apa adanya. Namun, Ical tak sependapat dengan keluarganya yang menganggap istrinya tidak wajar karena selalu berpenampilan layaknya kaum laki-laki.

“Ya istri saya itu tomboi. Gaya berpakaiannya ya gitu, kayak cowok. Saya sih biasa saja, tapi semua keluarga saya sewot, ampun dah!,” keluh Ical yang ditemui di kediamannya di kawasan Boru, Kota Serang, kemarin siang.

Ical termasuk lelaki yang bijak, menganggap kekurangan istrinya itu sebagai kelebihan. Namun, gara-gara Ical tak bisa melarang istrinya berpakaian yang wajar kerap menjadi cibiran keluarganya. “Bodo amat sekarang mah, yang ngejalani rumah tangga kan saya. Toh dia (istri-red) baik kok sama saya, enggak pernah ada masalah. Jadi, ngapain ngurusin hal yang enggak penting, yang jelas dia cewek tulen ini,” tukasnya.

Diakui Ical, pertama kali jatuh cinta pada Yanti memang karena penampilannya yang berbeda dibandingkan teman wanita lainnya. Yanti lebih menonjol karena senang mengenakan pakaian laki-laki seperti kaus atau kemeja, simpel. Tapi, wajahnya cantik dan menarik. “Istri tuh orangnya asyik, gaul. Pokoknya lihat gaya istri dulu bikin penasaran aja,” pujinya. Sudah kayak arwah saja penasaran.

Lain dengan Ical yang suka berpenampilan rapi, sopan, dan kalem. Ical yang memang berbadan kurus senang mengenakan kemeja dan rambutnya selalu klimis. Terlihat perlente lah. Ical bekerja sebagai karyawan pabrik di wilayah Kecamatan Kragilan, Kabupaten Serang. Keduanya pertama kali bertemu di tempat kerja. Dari situ Ical merasa yakin kalau Yanti jodohnya. Ical pun mulai mencoba peruntungan mengajak Yanti berkenalan, minta nomor telepon, sampai nekat menyatakan perasaannya pada Yanti saat itu juga. Jurus itu pun ampuh menaklukkan hati Yanti. “Cuma beberapa hari doang pedekate nya, alhamdulillah diterima,” kenangnya bangga. 

Sejak resmi berpacaran, keduanya semakin intens bertemu dan jalan-jalan sambil makan-makan. Alhasil, keduanya saling mengenalkan diri kepada kedua orangtua masing-masing. Merasa sudah ada kecocokan, Ical akhirnya memutuskan untuk melamar Yanti setelah satu tahun menjalani masa pacaran. Soal gaya Yanti yang tomboi tidak pernah dipermasalahkan Ical. Justru Ical yakin jika ia sudah berumah tangga dengan Yanti bisa mengubah istrinya itu menjadi lebih feminim.

Singkat cerita mereka menikah dengan pesta cukup meriah. Untuk sementara, mengawali rumah tangga Ical mengajak yanti tinggal di rumah keluarganya. “Awal-awal menikah, Yanti sikapnya lembut, penampilannya juga feminim, rajin masak juga, bagaimana enggak bangga coba,” pujinya. Pastinya, Bang. “Beruntung saya bisa nikahin dia,” ucapnya. Iya sih.

Dua tahun berumah tangga, mereka dikaruniai anak dan pindah ke rumah pribadi. Sejak itulah penampilan Yanti kembali seperti saat ia masih remaja. Setiap hari penampilannya tomboi. Hanya mengenakan kaus, celana jeans, tanpa kerudung, dan selalu memakai gelang tali di tangannya. “Karena saya kerja, jadi enggak terlalu memerhatikan penampilan istri. Tahu-tahu banyak yang sewot, termasuk ibu saya,” keluhnya.

Yang membuat Ical kesal, ia sampai dibilang suami yang tidak bisa membina istri karena membiarkan Yanti bebas mengumbar aurat. Maklum, keluarga Ical termasuk keluarga yang taat agama. Lantaran itu, Ical selalu menjadi bahan cibiran keluarganya. Akhirnya, sesekali Ical mulai menegur istrinya, tetapi Yanti seolah tak peduli. “Istri malah bilang terserah gue, bodo amat sama omongan orang,” ujar Ical menirukan ucapan istrinya.

Sampai hari ini persoalan tersebut menjadi buah bibir dalam keluarga Ical. Bahkan Ical sering dicuekin ibunya karena penampilan istri yang dianggap nyeleneh. Setiap ada acara keluarga, baik formal maupun nonformal, Yanti tak mau mengubah penampilannya, stay cool. Sejak itu, Ical tak pernah lagi mengajak Yanti berpergian ke acara-acara resmi. “Soalnya dulu pernah datang ke acara selamatan, istri cuma pake kaus. Ya sudah makin aja keluarga saya sewot,” kesalnya.

Kini, daripada pusing memikirkan urusan penampilan, Ical sekarang lebih banyak bersyukur. Bagaimana pun juga semua sudah terjadi. Pilihannya menikahi Yanti menjadi sebuah komitmen untuk menerima segala konsekuensi terhadap kekurangan istrinya. “Saya juga akhirnya ikutan bodo amat. Yang penting rumah tangga tetap harmonis,” ujarnya. Syukur deh. Ical dan Yanti kini sudah dianugerahi dua anak yang masih balita. Subhanallah, semangat ya, Bang. (mg06/zai/ira)