Istri Walikota: Waduh! Sakit Kepala Saya

KASEMEN – Jumat (8/5), lingkungan RT 05 RW 01, Kelurahan Warungjaud, Kecamatan Kasemen, masih kumuh. Kondisi RT di Lingkungan Sukasabar ini dikeluhkan juri Lomba Resik Lan Aman (LRLA) Kota Serang. Pasalnya, panitia lomba telah mengumumkan perlombaan dan meminta warga mempersiapkan lingkungannya sejak Januari 2020. 

“Waduuhh, sampe sakit kepala saya. Masih banyak yang perlu dibenahi di lingkungan ini,” tukas Ade Jumaiyah, juri perwakilan TP PKK Kota Serang.

Keluhan Ade itu setelah bersama timnya, berkeliling menilai kebersihan dan keamanan RT 05. Penataan lingkungan yang dilakukan pengurus dan warga RT 05 baru sebatas pemagaran jalan. Pagar bambu bercat merah dan putih dipasang di pinggir jalan. Itupun belum menyasar semua jalan dan gang di RT ini. 

Istri Walikota Serang itu memperkirakan, kegiatan warga RT 05 mempersiapkan lingkungannya sesuai penilaian LRLA baru mencapai 10 persen. “Ke dalam (lingkungan RT 05-red0 belum ada apa-apanya,” ungkap Ade.

Lingkungan RT 05 yang apa adanya membuat Ade dan timnya memilih penilaian dengan cara mewawancarai warga. Ade pun mengingatkan warga untuk melaksanakan pola hidup bersih dan sehat (PHBS). “Yang terpenting kan PHBS-nya, karena itu modal utama untuk menjaga kesehatan warga,” ujarnya.

Ade sempat menanyakan penggunaan dana stimulan sebesar Rp5 juta per RT kepada Ketua RT 05 Yasin. Bahwa, dana tersebut telah diberikan beberapa jenus barang. “Buat beli bambu, cangkul, gerobak dua buah, gergaji, palu, paku, cat dua ember besar, tiner. Ada juga semen,” beber Yasin.

Menurutnya, warga RT 05 tengah dalam kondisi kesulitan. Sehingga, pengurus RT tidak bisa meminta warganya untuk swadaya menata lingkungan. “Itu juga penataan awal ada warga yang nyumbang pasir sama semen. Tapi kalau dalam bentuk uang, sulit. Boro-boro buat itu (swadaya menata lingkungan-red). Buat makan aja, sekarang susah,” tandas Yasin.

Ditemui terpisah, Lurah Warungjaud Safuri mengatakan, pihaknya telah mencairkan dana stimulan sejak April 2020. Itupun belum semua kelurahan. Di Kecamatan Kasemen, baru tiga kelurahan yang telah menerima pengucuran dana bantuan penataan lingkungan untuk tiap RT tersebut.

“Kalau tidak salah, yang sudah itu Warungjaud, Mesjidpriyayi, sama Terumbu. Sisanya belum. Kalau ada yang melakukan penataan (RT di luar tiga kelurahan-red), pasti dananya hasil swadaya,” jelas Safuri di kantornya. (rio/don)