Isu PKI Diduga Terkait Pilkada

0
1.880 views
Ketua DPD PDI Perjuangan Banten Ade Sumardi (dua kanan) didampingi Sekretaris DPD PDI Perjuangan Banten Asep Rahmatulloh (Kiri) dan Bendahara DPD PDI Perjuangan Banten Marinus Gea (kanan) berdialog dengan Kapolda Banten Irjen Pol Fiandar menindaklanjuti laporan terkait pembakaran bendera partai berlambang kepala banteng, Senin (6/7).

SERANG – Jelang Pilkada Serentak 2020, isu tidak sedap berembus dan menerpa Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP). Partai berlambang banteng moncong putih ini dikaitkan sebagai partai yang berafiliasi dengan paham komunisme setiap jelang pilkada dan pemilu.

Sekjen DPD PDIP Banten, Asep Rahmatulloh mengungkapkan, ada pihak-pihak yang sengaja menggulirkan isu PKI terhadap PDIP, dalam menolak RUU HIP yang sempat dibahas DPR RI.

“Isu PKI ini politis, namun bukan hal baru. Kami tahu itu hanya untuk menjatuhkan elektabilitas PDIP jelang pilkada 2020,” kata Asep kepada Radar Banten, usai mendampingi Ketua DPD PDIP Banten Ade Sumardi bersilaturahmi ke Polda Banten, kemarin.

Mantan Ketua DPRD Banten ini melanjutkan, isu PKI yang dialamatkan ke PDIP selalu diembuskan setiap mau pilkada dan pemilu. Padahal, isu tersebut tidak mempan karena rakyat tahu isu PKI itu isu usang atau lagu lama. Menurut Asep, salah besar menuding PDIP itu PKI, sebab PDIP berpegang teguh kepada TAP MPRS No. XXV tahun 1966 tentang Pelarangan Partai Komunis Indonesia dan Ajaran Komunisme, Marxisme, Leninisme.

“Ideologi PDIP sudah jelas Pancasila 1 Juni 1945 dan rakyat tahu itu, sehingga PDIP dipercaya oleh rakyat untuk memenangkan pemilu dua kali bertutur-turut. Jadi wajar kalau ada pihak yang menggoreng RUU HIP untuk menyerang PDIP, lantaran mereka takut kalau PDIP menang lagi di Pemilu 2024,” tuturnya.

Agar PDIP tidak menjadi pemenang pemilu berikutnya, lanjut Asep, mulai tahun ini serangan dilakukan oleh pihak-pihak tertentu. Kebetulan RUU HIP yang menuai kontroversi dijadikan alat propaganda untuk menyebarkan isu PKI ke PDIP. “Agar PDIP enggak dipercaya rakyat, digorenglah isu PKI. Dengan harapan PDIP gagal total di Pilkada 2020. Mereka tidak sadar bahwa kemenangan yang diraih PDIP adalah kehendak Allah SWT, dengan kerja keras seluruh kader sampai lapisan bawah yang mengikhtiarkan PDIP menang di pilkada dan pemilu,” ungkap Asep.

Selain pengurus DPD PDIP Banten, sejumlah pengurus organisasi sayap PDIP yakni Relawan Demokrasi Perjuangan (Repdem), Baitul Muslimin Indonesia (Bamusi), dan Taruna Merah Putih (TMP) juga menuding isu PKI sengaja dihembuskan untuk menjatuhkan citra PDIP jelang pilkada 2020.

Juru bicara Relawan Demokrasi Perjuangan (Repdem) Provinsi Banten, Dimas Pradipta Assuhada mengungkapkan, isu PKI kerap dituduhkan ke PDIP setiap jelang pilkada maupun pemilu. “Menjelang pilkada dan pemilu isu ini selalu muncul. Tahu enggak sih yang ngomong PKI apa? PKI itu Partai Komunis Indonesia yang sudah dibubarkan Tahun 1965. Komunisme sudah dilarang. PDIP sejarahnya berasal dari Partai Nasional Indonesia, ideologinya Pancasila. Pancasila inilah yang melawan komunisme,” tegas Dimas.

Tidak hanya menyasar organisasi, isu PKI juga ditargetkan kepada kader-kader partai pimpinan Megawati Soekarnoputri.

“Pak Jokowi aja dituduh PKI. Ini PDIP harus berani ngomong bahwa PDIP ideologinya Pancasila,” kata Dimas.

Sebagai organisasi sayap partai, lanjut Dimas, Repdem memang fokus tiga hal, rekrutmen, kaderisasi dan advokasi. Tiga hal itu tentu sinergi dengan regenerasi kader partai, sehingga Repdem ikut berkontribusi melahirkan kader-kader ideologis. “Siapapun kader yang masuk dalam kekuasaan politik, sejatinya kembali kepada kepentingan masyarakat. Itulah inti dari mengamalkan ajaran-ajaran bung Karno dalam membumikan ideologi pancasila dengan jiwa spiritnya 1 Juni 1945,” tutup mantan aktivis mahasiswa Banten ini.

Menyikapi pembakaran bendera PDIP, Dimas menegaskan kasus itu harus diusut tuntas dan sepenuhnya diserahkan kepada aparat penegak hukum.

“Bendera Partai merupakan simbol marwah partai, akan tetapi instruksi Ketua Umum DPP PDIP sudah jelas, kalau PDIP akan mempercayakan hal ini pada hukum yang berlaku,” pungkasnya.

Senada, Ketua Bamusi Banten Madsuri mengatakan, pihaknya meminta kepolisian untuk segera menangkap pelaku pembakaran bendera PDIP dan mengungkap dalang dibalik isu PKI yang dituduhkan ke PDIP jelang pilkada 2020.

“Belakangan ini, sejumlah organisasi massa memang kerap turun ke jalan bersuara tentang Pancasila dalam polemik RUU HIP. Mereka membangkitkan lagi isu komunisme dan secara khusus menyerang PDIP,” katanya.

Sementara PDI Perjuangan sendiri, lanjut Madsuri, merupakan partai yang selama ini terdepan dalam mengukuhkan dan membumikan Pancasila, sebagaimana termaktub dalam pembukaan Undang-Undang Dasar Tahun 1945. Setiap kader Partai mempunyai latar belakang dari berbagai agama, suku, dan bahasa, dan berada dalam satu rampak barisan untuk menjadikan Pancasila sebagai titik-temu dan kekuatan bersama dalam membangun negeri ini. “Sebab itu, nasionalisme para kader yang menginspirasi perjalanan negeri ini sangat kokoh, karena bersumber dari keyakinan dan pemahaman yang utuh terhadap Pancasila,” katanya. (den/air)