LEBAK – Calon Bupati Incumben Iti Octavia Jayabaya dan Ade Sumardi mengajak dan mengingatkan warga Kabupaten Lebak untuk berbondong-bondong ke tempat pemungutan suara (TPS) pada pemilihan kepala daerah (Pilkada) 2018 tanggal 27 Juni 2018.

Hal tersebut disampaikan Iti Octavia Jayabaya saat menggelar konferensi pers di Nice Coffe Balong Ranca Lentah, Kelurahan Rangkasbitung, Selasa (27/2).

Iti Octavia Jayabaya mengatakan, dirinya bersama timsesnya akan berupaya mensosialisasikan terkait Pilkada serentak tahun 2018, agar angka partisipasi pada pemilihan kepala daerah dapat meningkat. Karena pada pilkada sebelumnya angka partisipasi hanya mencapai 65 persen dan tahun ini KPU Lebak menargetkan partisipasi pemilih sebesar 75 persen.

“Saya dan mesin partai pengusung sudah melakukan sosialiasi kepada masyarakat di Kabupaten Lebak agar menggunakan hak suaranya pada Pilkada 2018, karena suara merekalah yang menentukan pemimpin Kabupaten Lebak kedepannya. Saya yakin pada pilkada tahun ini angka partisipasi pemilih akan sampai 80 persen, artinya akan melampaui 75 persen target dar KPU Lebak ,” imbuhnya.

Dengan dukungan seluruh partai pengusung, target partisipasi pemilih dapat melibihi target KPU Lebak, lantaran saat ini hanya diikuti oleh satu pasangan calon saja. Iti mengaku timsesnya sudah melakukan pemetaan untuk melakukan kampanye.

Iti juga mengingatkan kepada masyarakat Lebak untuk berhati-hati dalam menyebarkan berita. Seperti yang terjadi pada seorang guru yang tertangkap karena menyebarkan berita hoax. “Jadi saya mengimbau kepada masyarakat untuk memilah dan mempelajari atau bertanya sebelum menyebarkan berita. Agar tidak terjadi seperti warga Lebak yang tertangkap oleh tim cyber karena diduga telah menyebarkan berita hoax,” katanya.

“Saya ingatkan kepada warga Lebak selalu wasapada terhadap isu sara dan hoax. Selain itu saya mengimbau dalam pesta demokrasi ini untuk tidak termasuk kepada golongan putih dan money politic. Saya harap warga Lebak tidak golput, karena orang yang golput tidak cocok tinggal di Indonesia, karena ini adalah negara demokarasi, jadi gunakanlah hak suaranya untuk menentukan pemimpin di daerahnya,” tuturnya. (Omat/twokhe@gmail.com).