Iti Tak Persoalkan Pengurangan Bantuan Pemprov

0
369 views

RANGKASBITUNG – Bupati Iti Octavia Jayabaya tidak mempersoalkan pengurangan bantuan keuangan 2017 dari Pemprov Banten sebesar Rp37 miliar. Alasannya, besaran bantuan keuangan itu masih tinggi dan seirama untuk pembangunan infrastruktur. “Saya kira enggak masalah, karena pemerintah provinsi ingin ada pemerataan pembangunan di Banten,” kata Iti ditemui usai menghadiri HUT Darma Wanita Persatuan (DWP) di gedung Pendopo Pemkab Lebak, Kamis (15/12).

Ia memastikan, pengurangan bantuan keuangan dari Pemprov Banten tidak akan menghambat pelaksanaan pembangunan di Lebak. Ia berjanji, tetap akan mengoptimalkan pengelolaan bantuan tersebut. Seperti untuk meningkatkan kualitas infrastruktur, pendidikan, kesehatan, dan fasilitas masyarakat lainnya. “Penggunaan anggaran bantuan provinsi sudah ada petunjuknya. Kita tinggal melaksanakannya saja. Dengan porsi 60 persen untuk infrastruktur, 20 persen untuk pendidikan, sepuluh persen untuk kesehatan, dan sepuluh persen lagi untuk program kesejahteraan masyarakat. Di antaranya, untuk biaya penyaluran raskin,” terangnya.

Iti mengakui, infrastruktur di daerah yang dipimpinnya masih banyak yang harus diperbaiki. Oleh karena itu, kata dia, wajar apabila Pemkab Lebak masih sangat bergantung pada dana bantuan pusat dan Pemrov Banten. “Dengan keterbatasan anggaran, kita buat skala prioritas dalam membangun infrastruktur di Lebak. Tujuannya, supaya pembangunan bisa dirasakan manfaatnya oleh semua lapisan masyarakat di Lebak,” kata mantan anggota DPR RI ini.

Terpisah, Ketua Fraksi Gerindra DPRD Lebak Zaenal Faozie menyayangkan adanya pengurangan bantuan keuangan oleh Pemprov Banten. Kata dia, sebagai daerah tertinggal di Banten, semestinya Lebak mendapatkan bantuan yang besar dibandingkan kabupaten/kota lain di Provinsi Banten. Tujuannya, kata Zaenal, supaya tidak terjadi kesenjangan antara Banten utara dengan Banten selatan. “Kita kecewa dengan adanya pemangkasan anggaran oleh pelaksana tugas (Plt) Gubernur Banten. Tapi, mau diapakan lagi, kan sudah diputuskan,” ungkapnya.

Lelaki yang akrab disapa Eeng ini meminta kepada Bupati Iti Octavia Jayabaya dan jajarannya untuk mengoptimalkan anggaran bantuan dari Pemprov Banten tersebut. Kata dia, jangan sampai, anggaran tersebut tidak terserap, karena bisa merugikan masyarakat Lebak. “Lebak masih punya banyak pekerjaan rumah, yaitu persoalan infrastruktur, pendidikan, dan kesehatan,” tandas anggota Badan Anggaran DPRD Lebak ini. (Mastur/Radar Banten)