ITK Banten, Optimisme Konsumen Menurun

SERANG  – Indeks Tendensi Konsumen (ITK) Banten pada triwulan III 2019 sebesar 106,48, artinya kondisi ekonomi konsumen meningkat atau lebih baik dari triwulan sebelumnya. Namun tingkat kepercayaan atau optimisme konsumennya menurun dibandingkan triwulan II 2019 (ITK sebesar 129,59).

Membaiknya kondisi ekonomi konsumen pada triwulan III 2019 ini didorong oleh perbaikan pada seluruh variabel pembentuk, yaitu naiknya pendapatan rumahtangga, rendahnya pengaruh inflasi terhadap tingkat konsumsi dan meningkatnya konsumsi bahan makanan, makanan jadi di restoran/rumah makan dan bukan makanan.

“ITK Banten pada triwulan IV 2019 nanti diperkirakan sebesar 105,23. Berarti kondisi ekonomi konsumen pada triwulan mendatang diperkirakan akan meningkat. Namun tingkat optimisme konsumennya diperkirakan akan menurun dibandingkan triwulan III 2019 dengan ITK sebesar 106,48,” ungkap Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Banten Adhi Wiriana saat rilis berita statistik di kantornya, Selasa (5/11).

Ia menjelaskan, perbaikan kondisi ekonomi konsumen pada triwulan IV 2019 diperkirakan terjadi karena adanya peningkatan pendapatan rumahtangga, yang diperkuat oleh meningkatnya rencana pembelian barang-barang tahan lama, rekreasi dan pesta/hajatan oleh konsumen.

ITK adalah indikator perkembangan ekonomi terkini yang dihasilkan oleh BPS melalui Survei Tendensi Konsumen (STK). ITK merupakan indeks yang dapat menggambarkan kondisi ekonomi konsumen pada triwulan berjalan dan perkiraan pada triwulan mendatang. Jumlah sampel STK Banten pada triwulan III 2019 sebanyak 720 rumahtangga, yang tersebar pada tujuh kabupaten/kota. Responden STK dipilih dari strata blok sensus kategori sedang dan tinggi berdasarkan Wealth Index dan merupakan subsampel dari Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) khusus di daerah perkotaan. Untuk memperoleh gambaran yang lebih akurat mengenai perubahan persepsi konsumen antar waktu, pemilihan sampel dilakukan secara panel antar triwulan.

Sementara itu, hasil Survei Konsumen Bank Indonesia pada Oktober 2019 mengindikasikan optimisme konsumen tetap terjaga meskipun melemah. Hal ini tercermin dari Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) Oktober 2019 yang tetap berada dalam zona optimis (di atas 100) yakni sebesar 118,4, meskipun lebih rendah dibandingkan IKK pada bulan sebelumnya sebesar 121,8.

“Konsumen yang tetap optimis ditopang oleh persepsi yang tetap positif terhadap kondisi ekonomi saat ini dan ekspektasi ke depan. Hal itu tercermin dari Indeks Kondisi Ekonomi Saat Ini (IKE) dan Indeks Ekspektasi Kondisi Ekonomi (IEK) yang berada dalam zona positif, meskipun mengalami pelemahan,” demikian keterangan resmi Bank Indonesia, Selasa (5/11).

Dalam keterangan itu dijelaskan, Indeks Ekspektasi Konsumen (IEK) yang menurun terutama disebabkan oleh indeks penghasilan dan indeks ketersediaan lapangan kerja yang lebih rendah. Sementara itu, Indeks Ekspektasi Kondisi Ekonomi (IEK) juga menurun, yang terutama disebabkan oleh penurunan indeks ekspektasi kegiatan usaha pada 6 bulan mendatang.

Hasil survei juga mengindikasikan tekanan kenaikan harga yang sedikit meningkat pada tiga bulan dan enam bulan mendatang (Januari dan April 2020). Hal ini terindikasi dari Indeks Ekspektasi Harga tiga dan enam bulan mendatang yang lebih tinggi dari bulan sebelumnya. Tekanan kenaikan harga tiga bulan mendatang dipengaruhi oleh perkiraan permintaan barang dan jasa yang meningkat pada awal tahun 2020. Sementara itu, tekanan kenaikan harga 6 bulan mendatang diperkirakan dipengaruhi oleh meningkatnya permintaan terhadap barang dan jasa menjelang bulan puasa pada akhir April 2020. (aas)