Jabatan Kadinkes dan Direktur RSUD Cilegon Kosong

Walikota Cilegon Edi Ariadi (kiri) bersama Sekda Kota Cilegon Sari Suryati di ruang kerja Walikota Cilegon saat dikonfirmasi wartawan terkait kekosongan jabatan Kepala Dinkes dan Direktur RSUD Cilegon, Rabu (27/5).

CILEGON – Dalam beberapa hari lagi jabatan Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Cilegon dan Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Cilegon alami kekosongan.

Hal itu karena pejabat yang saat ini menduduki jabatan tersebut, yaitu Arriadna akan pensiun pada 1 Juni 2020.

Hingga kemarin, Rabu (27/5), Pemkot Cilegon masih belum menetapkan siapa pejabat yang akan menggantikan posisi Arriadna di dua lembaga tersebut.

Padahal, saat masa pandemi Covid-19, dua lembaga itu mempunyai peran yang cukup penting dalam upaya penangangan Covid-19.

Ditemui di ruang kerjanya, Walikota Cilegon Edi Ariadi mengaku masih mengkaji regulasi tentang pengisian dua jabatan tersebut.

Hal tersebut karena ada kriteria yang perlu diperhatikan pemerintah, khususnya dalam mengisi jabatan Direktur RSUD Kota Cilegon.

“Yang mengisi direktur kan harus seorang dokter,” ujar Edi kepada wartawan, Rabu (27/5).

Dalam pengisian jabatan Direktur RSUD Kota Cilegon yang mengalami kesulitan, karena selain status sebagai dokter, ia pun harus memastikan kemampuan managerial pejabat tersebut.

“Kalau rumah sakit sedang kita pilah, satu-satu, kepangkatannya pas enggak, dia bisa enggak mengelola rumah sakit,” ujarnya.

Sedangkan untuk mengisi jabatan Kepala Dinkes Kota Cilegon. Meski belum menetapkan nama, Edi mengaku cenderung akan memilih pejabat eselon II yang saat ini tengah menjabat untuk mengisi sementara kekosongan tersebut.

Hal itu karena untuk pengisian jabatan Kepala Dinkes Kota Cilegon tidak perlu memiliki status sebagai dokter.

“Enggak apa-apa kalau di dinas, karena yang bicara managerialnya,” ujar Edi.

Melihat kekosongan jabatan itu, Edi mengaku ingin melakukan open bidding, karena selain dua jabatan itu, sejumlah jabatan penting lain pun akan alami kekosongan misalnya Sekda Kota Cilegon dan jabatan Asda I Kota Cilegon.

Anggaran untuk open bidding telah disiapkan pemerintah, namun Edi mengaku masih harus mempertimbangkan sejumlah hal untuk melakukan hal tersebut di tengah-tengah masa pandemi Covid-19 saat ini.

Pada kesempatan yang sama, Sekda Kota Cilegon Sari Suryati menuturkan, pihaknya sedang mempersiapkan segala hal yang dibutuhkan untuk mengisi kekosongan jabatan itu.

Pembahasan dengan Walikota Cilegon Edi Ariadi sudah dilakukan, tapi masih ada sejumlah pertimbangan yang perlu dilakukan pemerintah.

“Kalau Dinas Kesehatan harus bicara secara keseluruhan, progarm keseluruhan, kalau RSUD satu fokus pada pelayanan,” ujarnya. (bam/air)