Jabatan Sekda Kota Cilegon Kosong

0
377 views
Walikota Cilegon Edi Ariadi memberikan cinderamata kepada Sekda Kota Cilegon Sari Suryati yang memasuki masa purna bakti mulai hari ini, Kamis (1/10).

CILEGON – Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Cilegon Sari Suryati hari ini memasuki masa purna bhakti alias pensiun.

Berkaitan dengan hal tersebut, saat ini proses lelang jabatan untuk mencari pengganti Sari sedang dilakukan oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Cilegon melalui Panitia Seleksi (Pansel) yang terdiri dari unsur pemerintah dan akademisi.

Proses open bidding jabatan tertinggi di Aparatur Sipil Negara (ASN) itu telah mencapai tahapan asesmen lima peserta yang telah mendaftar.

Kelima calon Sekda yang sedang diasesmen itu adalah Asda III Kota Cilegon Dana Sujaksani, Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Cilegon Maman Mauludin, Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Kota Cilegon Mahmudin, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Cilegon Andi Affandi, serta Kepala Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Kota Cilegon Heri Mardiana.

Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Cilegon Endang Efendi menilai sosok Sekda tak cukup hanya menguasai kemampuan di bidang pemerintahan serta pengelolaan anggaran. Ada kemampuan khusus yang wajib dimiliki oleh Sekda, yaitu kemampuan berkomunikasi dengan baik.

Ia menilai kemampuan komunikasi wajib dimiliki Sekda karena jabatan yang diembannya itu menjadi jembatan penghubung antar kepala daerah, unsur pemerintahan, legislatif, serta masyarakat.

“Harus bisa menjelaskan program, sehingga mudah dicerna dan difahami baik oleh legislatif maupun masyarakat,” ujar Endang usai pelepasan purna bhakti Sari Suryati di aula Setda Kota Cilegon, Rabu (30/9).

Endang mencontohkan, dalam proses penyusunan anggaran, ada fase dimana pemerintah membahas rencana anggaran itu dengan DPRD Kota Cilegon, pada kesempatan itu, Sekda harus bisa menjelaskan perencanaan tersebut dengan komunikasi yang baik sehingga bisa dapat difahami.

Endang berharap Pansel bisa melihat hal tersebut sehingga menjadi bagian yang diperhatikan saat proses seleksi berlangsung.

Endang percaya seluruh peserta seleksi mampu menjadi Sekda, ia meyakini kelimanya mempunyai ilmu pemerintahan dan keuangan yang mumpuni.

Sekda Kota Cilegob Sari Suryati pun sepakat dengan ucapan Ketua DPRD Kota Cilegon Endang Effendi. Kemampuan membangun komunikasi menurutnya mutlak harus dimiliki oleh Sekda.

Hal itu karena Sekda harus bisa menjelaskan program yang disusun pemerintah sehingga program itu bisa difahami oleh stakeholder lain, salah satunya legislatif.

“Membangun komunukasi itu sangat perlu. Kalau tidak bisa membangun komunikasi, setiap rapat anggaran mentok lagi. Kadang-kadang cara bertanya mereka sesuai kacamata mereka, mereka pun dituntut masyarakat jadi pasti bertanya agar bisa menjelaskan,” papar Sari.

Kemampuan komunikasi, lanjut Sari perlu disokong dengan membaca. Karena itu, Sekda harus mau membaca seluruh program secara detail hingga tataran teknis.

“Jadi kuasai dulu semua permasalahan,  semua program sehingga semua orang faham saat kita menjelaskan,” ujarnya.

Sementara itu, Walikota Cilegon Edi Ariadi hingga kemarin, Rabu (30/9) mengaku belum nenetapkan siapa yang akan mengisi kekosongan sementara jabatan Sekda tersebut.

Edi mengaku sudah ada tiga orang yang sedang dikaji sebagai Pelaksana tugas (Plt) Sekda Kota Cilegon. Namun ia enggan menjelaskan siapa ketiga orang tersebut.

“1 Oktober kemungkinan masih kosong, mungkin saja, nanti saya sampaikan,” ujarnya. (bam/air)